Kenapa Film-Film Barbie Sekarang Terasa Terlalu Modern dan Tidak Semagis Dulu
- https://x.com/di0rsbaby/status/1245998133215219712?s=46
Film, VIVA Mindset –Bagi generasi yang tumbuh besar di era 2000-an, film animasi Barbie punya tempat khusus di hati banyak orang. Namun semakin ke sini, banyak penggemar lama merasa film-film Barbie yang tayang belakangan kehilangan sentuhan magis yang dulu membuat mereka jatuh cinta. Alih-alih dunia dongeng penuh kerajaan dan sihir, film Barbie masa kini lebih banyak mengangkat latar cerita modern yang terasa jauh lebih membumi, namun di sisi lain kehilangan daya pikatnya.
Era Keemasan yang Penuh Dongeng
Dikutip dari Daily Trojan, film-film Barbie di era sebelum 2010-an, seperti Barbie sebagai Rapunzel, Barbie in the 12 Dancing Princesses, hingga Barbie and the Magic of Pegasus, dibangun di atas latar dongeng klasik yang penuh kerajaan, penyihir, dan makhluk fantastis. Latar semacam ini justru memberi ruang bagi Barbie untuk hadir dalam berbagai peran ikonik, mulai dari putri yang memberontak dari penindasan hingga sosok yang merayakan perbedaan lewat kisah negeri pulau dalam Barbie as the Island Princess.
Sementara itu, dilansir dari Michigan Daily, era keemasan Barbie yang berlangsung sebelum 2012 dinilai berhasil memadukan fantasi dengan sentuhan realitas yang tetap relevan, seperti dalam Barbie and the Three Musketeers, ketika karakter Corinne dan kawan-kawannya diremehkan hanya karena ingin menjadi musketeer, profesi yang saat itu didominasi laki-laki. Perpaduan antara dunia fantasi yang megah dan pesan pemberdayaan perempuan inilah yang disebut menjadi formula khas yang membuat era tersebut begitu dikenang.
Latar Modern Dinilai Menghilangkan Unsur Dongeng
Masalahnya, seiring berjalannya waktu, film-film Barbie mulai bergeser ke latar cerita yang lebih kontemporer. Berdasarkan laman Daily Trojan, meski kualitas animasi film-film Barbie belakangan jauh lebih halus dan modern dibanding produksi lawas, pergeseran menuju latar cerita masa kini membuat unsur dongeng yang dulu menjadi ciri khas franchise ini perlahan menghilang.
Michigan Daily turut menyoroti bahwa Barbie versi terkini kerap digambarkan sebagai sosok yang bisa melakukan apa pun karena sudah memiliki cukup uang atau dukungan keluarga sejak awal cerita, sebuah pendekatan yang justru terasa menjauhkan penonton alih-alih membuat mereka merasa related, berbeda dengan formula lama yang tetap menyisipkan hambatan nyata di tengah balutan dunia fantasi.