The Girl with the List, TikTok yang Membongkar Risiko Kehamilan yang Jarang Diomongkan

Sosok The Girl with the List di TikTok @abigailprtr
Sumber :
  • https://www.tiktok.com/@abigailprtr/video/7660300924639808781?_r=1&_t=ZS-97yxludrrD5

Tren, VIVA Mindset –Where's the girl with the list? Frasa ini kerap muncul di kolom komentar TikTok setiap kali ada video seputar kehamilan atau persalinan yang viral. Julukan tersebut merujuk pada rangkaian konten yang mengumpulkan berbagai duka dan risiko nyata dari kehamilan serta persalinan, sesuatu yang oleh para pengikutnya sendiri dijuluki sebagai alat kontrasepsi gratis.

img_title Inovasi Teknologi Tepat Guna pada Usaha Ladrang Maniskoe Kabupaten Banyuwangi

Dikutip dari Know Your Meme, tren ini bermula dari kreator bernama Yuni pada Februari 2022 lewat catatan pro-kontra soal memiliki anak yang terus bertambah, dengan daftar alasan kontra yang jauh lebih panjang ketimbang alasan pro, sehingga catatan ini lebih dikenal luas sebagai kumpulan alasan untuk tidak memiliki anak. Sosok Abigail Porter kemudian meneruskan semangat serupa dan menjadi salah satu wajah paling dikenal luas dari gerakan the girl with the list hingga saat ini.

Duka yang Selama Ini Jarang Diungkap Terang-terangan

img_title Penguatan Ekonomi Usaha Ladrang Maniskoe Melalui Inovasi Teknologi dan Manajemen Usaha Terdampak Efisiensi

Isi dari daftar ini jauh dari sekadar keluhan ringan seputar mual di pagi hari. Dilansir dari Bona Magazine, entri dalam daftar tersebut mencakup hal-hal yang memang umum terjadi, seperti mual, rambut rontok, dan robekan saat persalinan, hingga hal-hal yang terdengar mengejutkan, seperti gigi yang tanggal, tulang yang bergeser, puting yang terlepas, sampai fistula obstetri, cedera persalinan yang membuat perempuan kehilangan kendali atas buang air besar atau kecilnya.

Salah satu kisah nyata yang turut disorot adalah pengalaman kreator TikTok Chantelle Petit, yang mengalami robekan hebat saat melahirkan hingga berkembang menjadi fistula rektovaginal, lubang yang terbentuk antara rektum dan vagina. Petit bahkan harus menjalani empat kali operasi untuk memperbaikinya, dan menyebut pengalaman itu sebagai rasa sakit paling menyiksa dalam hidupnya.

img_title Bocah Baby Shark Kini Debut Jadi Penyanyi Lewat Single Wave Bareng Jooheon Monsta X

Berdasarkan data WHO yang dikutip Bona Magazine, lebih dari 800 perempuan meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan dan persalinan yang sebenarnya bisa dicegah, sementara angka kematian ibu di Amerika Serikat tercatat sekitar 17,4 kematian per 100.000 kelahiran, salah satu yang tertinggi di antara negara maju.

Selain risiko fisik, daftar ini turut menyentuh sisi kesehatan mental yang kerap luput dari perhatian, seperti depresi pascamelahirkan yang menurut Bona Magazine dialami sekitar satu dari tujuh ibu baru, namun masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan terbuka.

Halaman Selanjutnya
img_title