Senja Teduh Pelita, Ketika Lagu MALIQ Dan D Essentials Hidup Lewat Panggung Teater Musikal
- https://www.youtube.com/watch?v=NtIkatjY41Y
Tren, VIVA Mindset –Lagu lagu milik grup musik MALIQ Dan D Essentials kini hadir dalam wujud berbeda lewat pertunjukan teater musikal berjudul Senja Teduh Pelita. Dikutip dari ANTARA, pertunjukan yang diproduksi Jakarta Movin ini digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, mulai 3 hingga 12 Juli 2026. Kolaborasi lintas medium ini membuat karya karya musik grup tersebut mendapat ruang narasi baru di luar format lagu maupun album biasa.
Dua Puluh Lagu Dari Sembilan Album
Melansir ANTARA, vokalis MALIQ Dan D Essentials, Angga Puradiredja, menjelaskan bahwa sebanyak 20 lagu telah dikurasi dari total sekitar seratus lagu di sembilan album mereka untuk ditampilkan dalam pertunjukan musikal ini. Proses kurasi ini dilakukan agar pertunjukan dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari orang tua yang mengenal MALIQ sejak awal karier hingga anak anak yang baru lahir belasan tahun setelahnya.
Dikutip dari ANTARA, Angga menekankan bahwa Senja Teduh Pelita dirancang bukan hanya untuk ditonton, tetapi juga untuk dirasakan. Di antara lagu lagu yang dipilih, terdapat Senja Teduh Pelita, Sayap, dan Senandung Senandika, yang selama ini menjadi karya yang menurutnya perlu disajikan dengan cara tepat agar mudah dipahami penonton awam.
Alasan Di Balik Pemilihan Judul
Berdasarkan pemberitaan ANTARA, penabuh drum MALIQ Dan D Essentials, Widi Puradiredja, mengungkapkan alasan lagu berjudul Senja Teduh Pelita yang dirilis pada 2019 dipilih menjadi judul pertunjukan. Menurutnya, lagu tersebut berada di titik temu antara generasi awal penggemar MALIQ dengan nuansa musik grup pasca 2013, sehingga dianggap paling mewakili keseluruhan perjalanan bermusik mereka.
Dikutip dari ANTARA, proses penyusunan cerita pertunjukan ini digarap oleh produser sekaligus sutradara Nuya Susantono, yang mengaku mendengarkan seluruh lagu MALIQ dari sembilan album sebelum akhirnya membangun alur kisah. Nuya menilai lagu lagu tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang kuat sehingga berpotensi diterjemahkan menjadi cerita penuh eksplorasi, baik eksplorasi terhadap alam maupun pencarian jati diri manusia.