Teh Hijau, Lagu Comeback Tulus yang Langsung Trending di YouTube Indonesia
- https://www.youtube.com/watch?v=RO75uUZiAw0
Trending, VIVA Mindset –Setelah 4 tahun absen merilis karya baru, musisi Tulus akhirnya kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru berjudul “Teh Hijau” yang resmi dirilis pada Selasa, 30 Juni 2026. Lagu ini menjadi penanda comeback sang penyanyi setelah album Manusia yang diluncurkan pada 2022 lalu.
Tidak butuh waktu lama bagi “Teh Hijau” untuk mendapat tempat di hati pendengar. Dalam hitungan jam sejak diunggah ke kanal YouTube resmi Tulus, lagu ini langsung menduduki posisi trending di YouTube Music Indonesia, sekaligus viral di berbagai platform media sosial.
Tulus Tulis dan Produksi Sendiri
Berdasarkan kredit resmi yang tertera di kanal YouTube Tulus, lagu “Teh Hijau” sepenuhnya ditulis sendiri oleh Muhammad Tulus, baik lirik maupun melodinya. Tulus juga turut terlibat sebagai co-producer dalam proses pembuatan lagu ini, berdampingan dengan Yoseph Sitompul yang bertindak sebagai produser dan pengaransemen musik utama.
Keterlibatan penuh Tulus dalam proses kreatif tersebut membuat “Teh Hijau” terasa sangat personal. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa lagu ini langsung terasa menyentuh dan dekat bagi banyak pendengar sejak pertama kali diputar.
Musik Riang, Makna yang Dalam
Yang menjadi daya tarik utama “Teh Hijau” adalah kontras antara alunan musiknya yang terdengar ringan dan ceria dengan tema yang diangkat dalam liriknya. Secara keseluruhan, lagu ini berkisah tentang seseorang yang tengah berada dalam fase kehampaan emosional, kondisi ketika kebahagiaan terasa sulit dijangkau meski berbagai cara telah dicoba.
Dalam lagu ini, tokoh yang digambarkan Tulus telah mendengar beragam saran dari orang-orang di sekitarnya, mulai dari lebih banyak keluar ke alam terbuka, mencoba hal-hal baru, hingga membiasakan diri keluar dari zona nyaman. Namun semua upaya itu belum juga menjadi penawar atas kekosongan yang dirasakan. Bukan karena tokoh tersebut menolak semua saran atau tidak mencoba, namun karena dia benar-benar tidak bisa merasakan apa pun. Seberapa pun tokoh tersebut mencoba, dia tetap merasa hampa. Hingga mau tak mau, dalam rangka berdamai dengan proses yang sedang ia hadapi, tokoh tersebut pun lebih memilih merayakan hampa, daripada terus-menerus memeranginya.