Anak Jadi Korban Bully? Ini 5 Cara Orang Tua Menguatkan Hatinya

Anak korban bully membutuhkan dukungan orang tua
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/sad-boy-in-gray-sweater-sitting-on-the-floor-7929419/

4. Membantu anak membedakan perasaan dan fakta

img_title Kebiasaan Membaca Variatif agar Anak Tak Tumbuh Jadi Sosok yang Meremehkan Pendapat Pakar

Satu ucapan bisa berkembang menjadi keyakinan besar di kepala anak. Dari satu orang yang berkata jahat, anak bisa merasa semua orang berpikir hal yang sama. Ini yang sering terjadi dalam pikiran anak saat dibully. Perasaan yang kuat membuat semuanya terasa seperti fakta.

Orang tua bisa membantu dengan mengajak anak melihat kembali apa yang benar-benar terjadi. Bahwa apa yang mereka rasakan valid, tapi tidak semua perasaan adalah kebenaran tentang diri mereka.

img_title Membaca Fiksi Sejak Dini agar Anak Paham Bencana Bukan Cuma Berita yang Cukup Dihadapi dengan Mindfulness

5. Mengingatkan bahwa mereka tidak harus menghadapi ini sendirian

Banyak anak memilih diam karena tidak ingin dianggap lemah atau suka mengadu. Mereka mencoba menanggung semuanya sendiri. Padahal, meminta bantuan bukan berarti lemah. Justru itu bagian dari menjaga diri.

img_title Mengenal Bullying pada Anak: Jenis, Dampak terhadap Kesehatan Mental, dan Cara Mencegahnya

Peran orang tua di sini sangat penting, yaitu memastikan anak tahu bahwa mereka punya tempat untuk kembali. Dukungan orang tua saat anak dibully akan menentukan apakah anak merasa aman untuk bercerita atau tidak.

Apa yang Paling Dibutuhkan Anak?

Saat anak menghadapi perlakuan tidak menyenangkan, mereka sebenarnya sedang memproses banyak hal sekaligus. Tentang dirinya, tentang penerimaan, tentang apakah mereka cukup baik. Karena itu, yang paling mereka butuhkan bukan solusi cepat atau nasihat panjang. Mereka butuh didengar, dipahami, dan diyakinkan bahwa mereka tetap berharga.