Jangan Hanya Suruh Sabar! Ini Cara Ajarkan Anak Berani Hadapi Bullying
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pertandingan-anak-kecil-anak-anak-latihan-7988953/
Parenting, VIVA Mindset – Melihat anak menjadi korban perundungan atau bullying tentu menghancurkan hati orang tua. Namun, memberikan respons yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar merasa sedih. Dilansir dari unggahan akun Instagram @penaparenting.id, peran orang tua sangat menentukan sikap anak saat menghadapi situasi sulit ini.
Alih-alih hanya menyuruh anak untuk diam dan bersabar, berikut adalah langkah-langkah konkret untuk melatih keberanian anak:
1. Ajarkan Beda "Sabar" dan "Lawan"
Anak perlu memahami bahwa sabar bukan berarti pasrah atau menerima begitu saja perlakuan buruk. Tanamkan pemahaman bahwa dirinya berharga dan memiliki hak untuk dihormati oleh siapa pun. Melawan tidak selalu berarti fisik, tapi berarti tidak membiarkan harga dirinya diinjak-injak.
2. Latih Kata "Stop" dengan Tegas
Keberanian dimulai dari lisan. Ajarkan anak kalimat sederhana namun kuat untuk menetapkan batasan, seperti:
"Aku tidak nyaman dengan kelakuanmu, berhenti!"
Latihlah anak untuk mengucapkannya dengan nada yang tegas, bukan dengan nada marah atau merengek. Ini adalah cara efektif untuk menunjukkan kekuatan diri tanpa harus memicu pertengkaran lebih lanjut.
3. Tanamkan Sikap Asertif
Sikap asertif adalah kemampuan berkomunikasi secara jujur tanpa menyakiti orang lain. Ajarkan anak untuk berani berdiri tegak, melakukan kontak mata langsung dengan perundung, dan berbicara dengan tenang namun jelas. Gestur tubuh yang percaya diri sering kali membuat pelaku bullying urung melanjutkan aksinya.
4. Berani Tinggalkan Situasi
Setelah menegur dengan tegas, ajarkan anak untuk langsung pergi dari tempat kejadian. Langkah ini bukan bentuk ketakutan, melainkan strategi cerdas untuk menghindari terjadinya perkelahian fisik yang tidak diinginkan dan menjaga diri agar tetap aman.
Membekali anak dengan kemampuan membela diri adalah hadiah terbaik untuk masa depannya. Dengan dukungan orang tua, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif lingkungan.