Harga dan Spesifikasi Google Pixel 9 Pro XL, Apakah Worth It
- Google Pixel
Mindset – Google Pixel 9 Pro XL telah resmi diluncurkan, membawa sejumlah peningkatan yang mengesankan dari segi desain dan fitur.
Namun, ada satu aspek yang menjadi sorotan utama: performa chipset Tensor G4.
Apakah dengan harga flagship, ponsel ini layak untuk dipertimbangkan? Mari kita bahas lebih dalam.
Desain Premium dan Kualitas Build Terbaik
Pixel 9 Pro XL hadir dengan desain yang solid dan premium, memperbaiki desain yang sempat kontroversial di generasi sebelumnya.
Ponsel ini menggunakan layar OLED 6.8 inci LTPO dengan refresh rate 120Hz yang bisa turun hingga 1Hz, serta kecerahan puncak 2000 nits, membuat tampilan layar sangat jernih dan tajam.
Ditambah dengan Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan dan belakang, serta frame metal yang berkilauan, Pixel 9 Pro XL terlihat dan terasa premium di tangan.
Kesan pertama saat menggenggam ponsel ini memang memberikan nuansa flagship yang berkelas. Meskipun beberapa menganggap desain kamera ovalnya sedikit kontroversial. Google berani untuk berbeda, yang menjadi salah satu nilai jual utama Pixel 9 Pro XL.
Tensor G4 di Google Pixel 9 Pro XL: Inovasi yang Kurang Bertenaga?
Salah satu topik hangat seputar Pixel 9 Pro XL adalah chipset Tensor G4 yang digunakan. Chipset ini diproduksi oleh Samsung dengan proses fabrikasi 4nm.
Sayangnya, performa Tensor G4 belum bisa bersaing dengan kompetitornya seperti Snapdragon 8 Gen 3 atau Dimensity terbaru.
Skor benchmark menunjukkan Tensor G4 tertinggal cukup jauh, hanya mencapai sekitar 1.3 juta di AnTuTu 10, jauh di bawah Snapdragon yang mencapai 2 juta.
Masalah utama dengan Tensor G4 ini bukan hanya di angka benchmark, tetapi juga saat penggunaan sehari-hari, terutama dalam gaming.
Walaupun sanggup menjalankan game berat seperti Genshin Impact pada pengaturan tinggi, frame rate-nya cenderung turun drastis setelah pemakaian lebih dari 20 menit.
Selain itu, mode 120Hz pada game populer seperti Mobile Legends tidak bisa diaktifkan secara optimal, hanya mentok di 90Hz saja.
Namun, ada sisi positif dari performa yang ditahan ini. Ponsel ini tetap dingin selama pemakaian intensif, menunjukkan bahwa Google fokus pada efisiensi daya dan pengendalian suhu.