The Panturas dan Eksistensi Musik Surf Rock di Indonesia

Foto Personil The Panturas
Sumber :
  • https://thepanturas.com/gallery/

Musik, VIVA Mindset – Surf rock lahir di California Selatan pada akhir 1950-an hingga pertengahan 1960-an. Musik ini identik dengan dentuman gitar penuh reverb, musik pantai, dan surfing. Nama besar seperti Dick Dale, The Ventures, Jan & Dean, serta The Beach Boys menjadikan genre ini simbol gaya hidup pantai Amerika.

img_title Teori di Balik MV Patient Zero Taylor Swift, Dari Hantu Sampai Dua Mawar

Namun, siapa sangka, puluhan tahun kemudian, semangat surf rock justru menemukan rumah baru di Indonesia, tepatnya di Jatinangor. Dari kota kecil itu, lahirlah The Panturas, band surf rock yang kini menjadi salah satu band independen paling berpengaruh di Asia Tenggara.

Dari Pantai California ke Budaya Pop

img_title Alasan Taylor Swift Layak Raih Artist Director Honors Di MTV VMAs 2026

Surf rock awalnya berkembang di tengah kegelisahan anak muda Amerika era Perang Dingin. Musik ini menjadi cultural symbol yang merepresentasikan kebebasan remaja California. Musik ini banyak muncul di film, seni, hingga jadi bagian dari folklore Amerika. Lagu ikonik seperti Miserlou (Dick Dale) bahkan mendunia lewat film Quentin Tarantino.

Gelombang Surf Rock dari Nusantara

img_title Daftar Pemenang Mtv Vmas 2026, Taylor Swift Bawa Pulang Video Of The Year!

The Panturas, band surf rock asal Jatinangor, terbentuk pada 2016 dengan personel Abyan Nabilio, Rizal Taufikurrohman, Bagus Patria, dan Surya Fikri. Nama mereka terinspirasi dari The Ventures sekaligus jalur Pantura Jawa. Sejak debut Fisherman’s Slut (2016), mereka dikenal membawa nuansa pantai ke musik urban. Album Mabuk Laut (2018) menegaskan identitas mereka, sementara Ombak Banyu Asmara (2021) menunjukkan eksplorasi yang lebih matang.

Terbaru, EP Galura Tropikalia (2024) memadukan surf rock dengan musik Sunda, gypsy jazz, hingga disco-pop, dengan single Lasut Nyanggut dengan bahasa Sunda sebagai bukti keberanian mereka mengakar lokal sekaligus mendunia.

Eksistensi yang Mendunia

Eksperimen musikal ini membuahkan hasil. The Panturas kini memiliki lebih dari 1,4 juta pendengar bulanan di Spotify dan ratusan ribu pengikut di media sosial. Mereka juga masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan telah tampil di Fuji Rock Festival 2025 di Jepang, salah satu festival musik terbesar dunia.

Eksistensi The Panturas membuktikan bahwa surf rock bukan sekadar musik nostalgia California. Di tangan mereka, genre ini bertransformasi menjadi medium lintas budaya, menghubungkan suara reverb ala Dick Dale dengan gamelan Sunda, menautkan semangat pantai dengan imaji Pantura.