Mobil Bekas Kilometernya Tinggi, Masih Worth It untuk Dibeli? Ini Tips Ahlinya!

Mobil Bekas Kilometernya Tinggi.
Sumber :
  • Ist

Mindset – Pasar mobil bekas semakin ramai, terutama dengan harga-harga yang menarik. Namun, banyak orang yang ragu saat menemukan mobil bekas dengan jarak tempuh tinggi, misalnya lebih dari 300.000 kilometer. 

img_title Mobil Bekas Banyak PR? Waspadai 3 Tanda Ini Sebelum Membeli!

Apakah mobil bekas dengan kilometer tinggi masih masih worth it (layak) untuk dibeli? Jawabannya, tergantung pada kondisi mobil dan perawatan sebelumnya. Yuk, kita bedah lebih dalam!

Mengapa Banyak yang Ragu dengan Mobil Bekas Kilometer Tinggi?

img_title Langganan Juara Grup, Tim Pesat Tegalsari Siap Taklukkan Seri Nasional IGC 2026 di Bogor

Kilometer tinggi sering kali dikaitkan dengan kondisi mobil yang sudah "lelah". Ini adalah stigma yang umum, dimana banyak orang beranggapan bahwa mobil dengan jarak tempuh tinggi pasti sudah tidak layak pakai. Selain itu juga membutuhkan banyak perbaikan, atau performanya menurun drastis.

Faktanya, menurut pakar otomotif Kolunglung, tidak semua mobil ber-kilometer tinggi bermasalah, terutama jika perawatan dilakukan dengan baik.

img_title Polda Jatim Siagakan Personel Hadapi Fase Kritis Karhutla di 7 Kawasan

"Ada banyak mobil yang setelah mencapai 300.000 kilometer tetap layak pakai, asal perawatannya rutin dan berkala, seperti perbaikan mesin, pengecekan kaki-kaki, hingga pengecatan ulang," ungkap Kolunglung, seorang teknisi berpengalaman dari Depok yang dikutip MindsetVIVA dari channel Youtube Denkus Channel, Rabu (23/10).

Tips Memilih Mobil Bekas Kilometer Tinggi

1. Cek Riwayat Servis

Riwayat servis adalah kunci utama. Mobil dengan kilometer tinggi namun memiliki riwayat perawatan yang lengkap dan teratur. Sering kali lebih baik daripada mobil dengan kilometer rendah tetapi tidak terurus. 

Pastikan mobil tersebut mendapatkan perawatan seperti penggantian oli secara teratur, pengecekan komponen mesin, hingga pemeliharaan kaki-kaki.

2. Periksa Kondisi Mesin

Mesin adalah jantung mobil. Mobil dengan kilometer tinggi mungkin mengalami penurunan performa, tetapi jika mesin masih dalam kondisi baik, mobil tersebut tetap layak dipertimbangkan. 

Mesin yang sudah mengalami tune-up atau rekondisi sering kali bisa bertahan lebih lama. "Mobil tua, ketika diisi oli yang sesuai seperti 15W-50, mesinnya bisa tetap halus," tambah Kolunglung.

3. Interior dan Eksterior

Bagian dalam dan luar mobil tidak boleh diabaikan. Meski bukan faktor utama, kondisi interior dan eksterior yang baik menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya peduli terhadap mobil tersebut. 

Jangan ragu untuk memilih mobil dengan pengecatan ulang atau interior yang sudah diperbarui jika harganya sepadan.

Halaman Selanjutnya
img_title