Bayi Ternyata Bisa Mengenali Bahasa Sejak Dalam Kandungan
- https://unsplash.com/id/foto/konsep-ilustrasi-3d-bayi-janin-manusia-di-anatomi-rahim-KlAZaLG6wdQ
Parenting, VIVA Mindset –Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa bayi dapat mengenali bahasa sebelum lahir bukan sekadar suara orang tua, tapi juga pola bahasa asing, ini merupakan sebuah fakta yang membuka jendela baru dalam pemahaman perkembangan bayi.
Studi ini, yang diterbitkan di Nature Communications Biology, melakukan pemantauan aktivitas otak bayi sebelum dan sesudah lahir. Hasilnya mengejutkan, bayi yang didengarkan penceritaan berbahasa Prancis selama masa kandungan menunjukkan aktivitas otak yang sama ketika terlahir menunjukkan bahwa otak bayi mampu mengenali bahasa yang telah “didengar” sebelumnya.
Para peneliti merekrut 60 ibu hamil di minggu ke-35 kehamilan. Sekitar 39 di antaranya mendengarkan cerita pendek dalam bahasa Prancis, Jerman, dan Ibrani. Setelah bayi lahir, dalam tiga hari pertama, tim peneliti menggunakan teknologi pencitraan otak untuk melihat reaksi bayi terhadap bahasa-bahasa tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali bahasa Prancis sebagai bahasa ibu dari sebagian kelompok dan bahkan merespon bahasa Jerman dan Ibrani dengan pola aktivitas otak berbeda dibanding kontrol.
Meski demikian, peneliti menekankan bahwa pengenalan ini bukan berarti bayi “belajar” bahasa dalam kandungan. Melainkan, paparan berulang bahasa tertentu mungkin meninggalkan “jejak” dalam otak bayi yang kemudian membantu proses pendengaran dan pengenalan pasca-lahir.
Dilansir dari Parents.com bayi mengenali bahasa lebih awal dari yang kita kira bahkan sejak dalam kandungan. Meski belum berarti mereka memahami makna kata, jejak pendengaran dan paparan bahasa dapat membentuk pola otak bayi. Bagi orang tua, hal ini memperkuat pentingnya komunikasi dan stimulasi sejak dini bicara, cerita, dan bernyanyi kepada si jabang bayi mungkin lebih berarti dari yang kita sadari.