Cara Cerdas Orang Tua Mengatasi Balita Tantrum
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-gadis-balita-kecil-yang-kesal-di-kamar-tidur-di-rumah-menangis-vm-vIZd339U
Parenting, VIVA Mindset –Menangani tantrum atau marah pada balita memang bikin orang tua kewalahan. Tapi, tahukah kamu bahwa marah adalah emosi alami yang bagian dari proses perkembangan mereka? Orang tua bisa membantu balita belajar mengelola kemarahan dengan cara yang lebih sehat, tidak selalu menghindar atau langsung melarang.
Marah itu sulit dikelola sebab balita belum punya bagian otak yang matang untuk mengatur emosi secara penuh. Kalau mereka marah karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau diberi tahu “tidak”, tubuh mereka langsung bereaksi, nada bicara tinggi, ekspresi wajah tegang, bisa saja sambil menangis atau berteriak. Orang tua sebelumnya mungkin sudah sukses membuat mereka berhenti memukul atau menendang, tapi tahap selanjutnya adalah membantu mereka mengekspresikan emosi secara lebih aman dan apa adanya.
Daripada berharap balita bisa selalu tenang, lebih realistis kalau orang tua perlahan membantu mereka berkembang dari ekspresi yang mendasar misalnya ekspresi wajah, suara keras menuju ekspresi dengan kata-kata. Misalnya, saat anak mulai marah, orang tua bisa berkata, “Kamu marah karena tidak boleh main sekarang, itu memang membuatmu kecewa.” Dengan memberi label pada perasaan mereka, balita mulai belajar mengenali emosi sendiri.
Ketika balita marah sangat besar, mereka butuh orang tua yang tetap tenang untuk memegang tangan, pelukan, atau duduk di pangkuan sambil berkata bahwa kamu tahu marah itu berat. Dikutip dari laman Parents.com orang tua yang bisa mengatur diri sendiri saat anak marah akan membantu balita meniru reaksi yang lebih tenang. Ini disebut co-regulation.
Salah satu hal penting adalah anak perlu tahu bahwa marah itu bukan salah. Yang tidak boleh adalah perilaku yang berbahaya atau menyakiti orang lain. Bila anak marah karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, mengatakan sesuatu seperti “Aku tahu kamu kecewa karena Mama bilang tidak, itu memang sulit,” memberi ruang agar balita merasa dimengerti, bukan dimarahi atas emosinya sendiri.
Tantrum dan kemarahan adalah bagian normal dari masa balita. Orang tua yang sabar, konsisten, dan memberi pengertian serta dukungan bisa membantu anak mengekspresikannya dengan lebih sehat. Dengan memberi label emosi, tetap hadir saat emosi besar, dan menunjukkan bahwa marah bukan aib, balita belajar bahwa mereka bisa marah dan tetap merasa aman dan dicintai di tengah perasaan itu.