Ancaman Campak Meluas, Ini Saran Dokter untuk Lindungi Anak Anda
- https://www.pexels.com/photo/a-doctor-checking-a-child-7653122/
Parenting, VIVA Mindset –Kasus campak kembali menjadi perhatian serius pemerintah dan tenaga kesehatan. Dokter spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp.A, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah pencegahan paling efektif terhadap penyakit ini.
“Vaksinasi adalah satu-satunya pencegahan utama campak,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, Jumat, 29 Agustus 2025. Seperti dikutip dari antaranews.com
Selain vaksinasi, Ria menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak untuk membantu daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi campak.
Asupan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Makronutrien: sumber energi dari protein dan lemak
- Mikronutrien: zat besi, vitamin C, vitamin D, dan zinc
Ia juga menyarankan pemberian vitamin A dosis tinggi sesuai usia (100.000–200.000 IU selama dua hari berturut-turut) karena terbukti dapat menurunkan risiko komplikasi pneumonia, kebutaan, hingga kematian. Namun ia mengingatkan, pemberian vitamin A dosis tinggi harus berdasarkan indikasi medis.
“Hal ini bukan pencegahan rutin, dan dosis tinggi tanpa indikasi justru bisa berbahaya,” tegas Ria.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingkat penularan campak yang jauh lebih cepat dibanding COVID-19.
“Jika COVID-19 menular dari satu orang ke dua atau tiga orang, campak bisa menular dari satu orang ke 18 orang,” ungkap Budi saat kunjungan kerja di Sumenep, Kamis, 28 Agustus 2025. Seperti dikutip dari antaranews.com
Ia memastikan pemerintah bergerak cepat melalui surveilans ketat di empat kabupaten di Madura dan rencana pendirian laboratorium khusus untuk memperkuat deteksi kasus.
Hingga kini, 46 wilayah di Indonesia melaporkan temuan kasus campak, beberapa di antaranya sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
Budi mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia, terutama yang memiliki balita, untuk segera melengkapi imunisasi anak. Pemerintah juga mempercepat program vaksinasi campak guna memutus rantai penularan.
“Untungnya, sama seperti COVID-19, campak sudah ada vaksinnya dan sangat efektif. Kami mendorong masyarakat segera memanfaatkan layanan imunisasi,” tutup Menkes.