Tensi 120/90 mmHg Belum Tentu Normal Lho, Siapa Tahu Hipertensi Diastolik
- https://www.pexels.com/id-id/foto/dokter-tekanan-darah-diagnosa-pemantauan-9951142/
Kesehatan, VIVA Mindset –Saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, Anda tentu familiar dengan dua angka yang disebutkan oleh petugas medis, misalnya 120/80 mmHg. Angka pertama melambangkan tekanan sistolik (saat jantung memompa), sedangkan angka kedua melambangkan tekanan diastolik (saat otot jantung beristirahat di antara detakan). Kebanyakan orang hanya berfokus pada angka atas, padahal lonjakan pada angka bawah—yang dikenal sebagai hipertensi diastolik—sama pentingnya untuk diwaspadai.
Menurut ulasan medis dari alodokter.com, seseorang dinyatakan mengalami hipertensi diastolik terisolasi (isolated diastolic hypertension) apabila angka tekanan darah bawahnya berada di atas 90 mmHg, sementara angka sistoliknya masih tergolong normal (di bawah 130 mmHg). Kondisi ini cukup banyak dijumpai pada orang dewasa muda dan usia produktif.
Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi Diastolik
Tingginya tekanan darah bawah berkaitan erat dengan kelenturan serta resistensi pembuluh darah arteri kecil saat jantung beristirahat. Berdasarkan edukasi kesehatan di portal halodoc.com, ada beberapa faktor utama yang dapat memicu kenaikan tekanan diastolik, antara lain:
- Gaya Hidup Kurang Bergerak (Sedentary Lifestyle): Kurangnya aktivitas fisik dapat menurunkan efisiensi kerja pembuluh darah dan memicu kekakuan arteri.
- Asupan Garam dan Lemak Berlebih: Konsumsi natrium yang tinggi menyebabkan penumpukan cairan dalam pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan secara konstan.
- Stres Kronis dan Kurang Tidur: Kondisi stres memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang membuat pembuluh darah menyempit secara berkala.
- Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol: Zat kimia dalam rokok dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah dan mempercepat proses pengerasan arteri.
Gejala yang Sering Kali Tak Disadari
Sama halnya dengan hipertensi pada umumnya, hipertensi diastolik kerap dipeluki julukan the silent killer karena jarang menunjukkan gejala yang khas pada tahap awal. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel edukasi di keslan.kemkes.go.id, sebagian besar penderita baru menyadari kondisinya saat melakukan pemeriksaan rutin (medical check-up).
Namun, jika tekanan diastolik melonjak makin tinggi, beberapa penderita mungkin akan merasakan keluhan ringan seperti:
- Sakit kepala atau rasa berat di bagian tengkuk belakang.
- Tubuh terasa gampang lelah dan lemas saat beraktivitas.
- Telinga berdenging (tinnitus) atau pandangan sedikit kabur.
- Dada terasa kurang nyaman saat bernapas panjang.