Film Horor Supernatural ini Diyakini Terkutuk!
- https://www.imdb.com/title/tt0075005/mediaviewer/rm1250571776/?ref_=ttmi_mi_47_2
Film, VIVA Mindset – The Omen merupakan film horor supernatural asal amerika serikat yang dirili pada tahun 1976 silam. Menceritakan tentang seorang Duta Besar Amerika dan istrinya tanpa sadar membesarkan anak yang ternyata adalah Antikristus, yang memicu kejadian-kejadian supranatural dan kengerian di sekitar mereka. Film horor ini dikatakan sebagai film terkutuk, karena beberapa tragedi yang menimpa beberapa orang yang berkaitan dengan film tersebut. Dengan Dark Atmosphere yang dibawanya, film horor ini berhasil meraih rating 7,5 dari 145ribu pengguna di IMDb.
Sinopsis Singkat Film The Omen
Robert dan Katherine Thorn menginginkan seorang anak. Setelah bayi mereka dilahirkan mati, Robert setuju tanpa sepengetahuan istri-nya untuk mengambil bayi lain yang baru lahir dari ibu yang meninggal. Setelah mereka pindah ke London, kejadian aneh dan peringatan dari seorang pendeta membuat Robert mulai yakin bahwa anak yang diadopsi itu adalah perwujudan kejahatan.
Fakta Menarik Dibalik Film The Omen
1. Harvey Stephens dipilih jadi Damien setelah saat audisi ia benar-benar “menyerang” sutradara Richard Donner sesuai instruksi, lalu rambutnya diwarnai hitam dan ia akhirnya terpilih.
2. Gregory Peck menerima peran ini dengan gaji lebih kecil tetapi mendapat 10 % dari total pendapatan film, yang membuatnya mendapat bayaran tertinggi dalam kariernya setelah film itu meraih lebih dari USD 60 juta di AS.
3. Aktor yang mengendarai taksi dalam film itu adalah putra seorang anggota Mafia sungguhan yang ingin berakting, dan ia terlihat memakai perban besar karena insiden mobil saat syuting yang hampir melukai jarinya.
4. Tokoh Mrs. Baylock awalnya ditulis sebagai pengasuh Irlandia hangat, tapi Billie Whitelaw mengubah dialognya menjadi lebih dingin saat audisi, sehingga peran itu berjalan sesuai versi tersebut.
5. Anjing yang dipakai untuk adegan mengancam sebenarnya tidak terlihat menyeramkan di set, ia lebih ingin bermain dan menjilat pemain lain daripada menunjukkan sifat agresif.