Apakah Popularitas K-Pop Mulai Menurun? Ini Data dan Faktanya

K-Pop boy group BTS
Sumber :
  • https://ew.com/tv/bts-week-the-tonight-show-jimmy-fallon/

Musik, VIVA Mindset –Industri K-Pop pernah berada di puncak kejayaan global selama lebih dari satu dekade. Gelombang musik, tur dunia, hingga dominasi media sosial membuatnya tampak tak tergoyahkan.

img_title Taylor Swift Kejutkan Penonton di Monolog Dakota Johnson pada SNL

Namun dalam beberapa tahun terakhir, berbagai indikator mulai menunjukkan perubahan arah yang tidak bisa diabaikan. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ada perlambatan, melainkan seberapa jauh penurunan popularitas K-Pop itu telah terjadi.

Sinyal paling jelas terlihat dari merosotnya penjualan album K-Pop. Setelah mencatat pertumbuhan berturut-turut selama hampir sembilan tahun, total penjualan album di Korea Selatan pada 2024 dilaporkan turun lebih dari 19 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi penurunan tahunan pertama sejak pertengahan 2010-an.

img_title Jay B Umumkan Single Ketiga Chptr 1, Rilis 27 Oktober

Performa lagu di tangga musik juga tidak sekuat sebelumnya. Konsumsi digital untuk ratusan lagu teratas tercatat turun sekitar 6 persen dalam satu tahun terakhir. Jumlah rilisan yang mampu menembus posisi puncak chart global pun semakin sedikit dibanding periode 2018 hingga 2022, ketika beberapa lagu K-Pop secara rutin masuk daftar populer dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya tarik artis K-Pop mulai melemah.

Penurunan tersebut tidak hanya terjadi pada konsumsi musik, tetapi juga pada intensitas keterlibatan penggemar. Aktivitas pembelian massal yang dulu mendorong lonjakan angka penjualan kini mulai berkurang. Tanpa dorongan kuat dari perilaku ini, skala popularitas K-Pop yang pernah terlihat sangat besar menjadi sulit dipertahankan, bahkan di kalangan penggemar global K-Pop yang selama ini dikenal paling loyal.

img_title Hearts2Hearts Rilis Iconic Heart Versi Korea Pada 5 Oktober dan Akan Promosi di Music Show

Memang benar bahwa konser internasional K-Pop masih ramai dan beberapa grup tetap mencatat kesuksesan besar di berbagai negara. Namun keberhasilan ini cenderung terpusat pada sedikit nama besar saja. Di luar itu, banyak grup baru kesulitan mencapai tingkat popularitas yang sama seperti generasi sebelumnya.

Perubahan lanskap digital turut mempercepat penurunan pengaruh. Penonton kini memiliki jauh lebih banyak pilihan konten dari berbagai negara, mulai dari musik pop Barat hingga tren regional lain yang berkembang cepat. Dalam persaingan yang semakin padat di industri hiburan, dominasi tunggal K-Pop menjadi semakin sulit dipertahankan.

Halaman Selanjutnya
img_title