Eńau dan Ari Lesmana Rilis Single Kolaborasi “Sesi Potret”
- https://www.instagram.com/p/DS9TGRYkrTN/?igsh=OThkeTZteHdoaGU1
Musik, VIVA Mindset –Dunia musik pop alternatif Indonesia kembali dikejutkan dengan kolaborasi emosional antara Putra Permana (yang lebih dikenal dengan nama panggung Eńau) dan vokalis legendaris dari Fourtwnty, Ari Lesmana. Single terbaru bertajuk "Sesi Potret" ini resmi dirilis pada 30 Januari 2026 di bawah naungan label Firefly Records.
Makna di Balik "Sesi Potret"
Lagu ini bukan sekadar pertemuan dua musisi besar, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai waktu, kehilangan, dan penyesalan. Melalui "Sesi Potret", Eńau dan Ari Lesmana ingin mengingatkan pendengar akan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang terdekat sebelum segalanya terlambat. Liriknya yang puitis menangkap perasaan kerinduan yang disampaikan melalui dua sudut pandang vokal yang saling melengkapi.
Dikutip dari laman resmi RRI, lagu ini merupakan perwujudan dari pesan emosional tentang bagaimana manusia seringkali baru menyadari berharganya sebuah momen ketika hal tersebut telah menjadi kenangan dalam sebuah potret yang membeku.
Narasi Lirik yang Ikonik
Salah satu daya tarik utama dari single ini adalah kedalaman liriknya yang terasa sangat personal. Dalam salah satu bagian lagu, terdapat baris ikonik yang menggambarkan inti dari penyesalan:
"Di dalam bingkai yang mulai berdebu, aku menemukan sisa-sisa dirimu yang lupa aku peluk saat waktu masih berpihak pada kita."
Kutipan tersebut menggambarkan betapa kuatnya elemen visual "potret" dalam lagu ini sebagai simbol memori yang statis, sementara kehidupan terus berjalan meninggalkan mereka yang abai.
Proses Kreatif dan Produksi
Meskipun Eńau dan Ari Lesmana adalah kakak beradik kandung, "Sesi Potret" menjadi karya kolaboratif perdana mereka setelah delapan tahun Eńau berkarier di industri musik. Dalam proses produksinya, aransemen musik dipercayakan kepada Kevin Pangestu yang bertindak sebagai produser sekaligus mengisi lini gitar.
Karya ini juga diperkuat oleh talenta musisi pendukung lainnya seperti Ryan Wijaya pada bass dan Syade Rian pada drum. Sebagaimana dikutip dari catatan rilis resmi Musica Studios, dalam penulisan lirik, Eńau dibantu oleh Mulia Kennedy untuk merapikan gagasan awal sebelum akhirnya disempurnakan bersama Ari Lesmana hingga menjadi komposisi yang utuh dan bernyawa.