Menemukan Kembali Semangat Hidup Lewat Film A Man Called Otto

Tom Hanks sebagai Otto Anderson.
Sumber :
  • https://www.sonypictures.com/movies/amancalledotto

Film, VIVA Mindset –Seringkali kita merasa hidup sudah tidak ada artinya lagi ketika kehilangan orang yang paling kita cintai. Perasaan hampa inilah yang dialami oleh Otto Anderson dalam film A Man Called Otto. Di balik sosoknya yang pemarah, pelit senyum, dan kaku terhadap aturan, tersimpan hati yang patah dan kesepian yang mendalam.

img_title Bongkar Anggaran Film: Aktor, Efek Visual, atau Promosi?

Dilansir dari laman resmi Sony Pictures, film ini mengisahkan Otto, seorang duda pensiunan yang merasa hidupnya sudah berakhir setelah istrinya meninggal. Ia berencana untuk mengakhiri hidupnya menyusul sang istri. Namun, rencananya selalu gagal karena gangguan dari tetangga barunya yang berisik namun hangat, Marisol. Berikut adalah pelajaran menyentuh tentang harapan dan kemanusiaan dari film ini.

1.      Kesepian Bisa Mengubah Seseorang

img_title Klub Film US$1 Miliar: Daftar Film Terlaris Dunia

Film ini memberikan perspektif baru tentang "orang menyebalkan" di sekitar kita. Dikutip dari IMDb, sikap galak Otto sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) untuk menutupi rasa sakitnya.

Ini mengajarkan kita untuk lebih berempati. Terkadang, orang yang paling keras di luar adalah orang yang sedang menangis paling kencang di dalam. Alih-alih menghakimi orang yang tampak antisosial, mungkin yang mereka butuhkan hanyalah sapaan hangat atau sedikit perhatian, seperti yang dilakukan Marisol.

img_title Avatar: The Way of Water dan Formula Film Blockbuster

2.      Hidup Bermakna Lewat Menolong Orang Lain

Otto awalnya merasa dirinya tidak berguna karena sudah pensiun dan tidak punya anak. Namun, melansir ulasan di RogerEbert.com, pandangannya berubah saat ia mulai (terpaksa) membantu tetangganya—mulai dari mengajari menyetir, menjaga anak, hingga menampung kucing liar.

Tanpa disadari, tindakan-tindakan kecil tersebut memberinya alasan baru untuk bangun di pagi hari. Pelajaran pentingnya: saat kita merasa kehilangan tujuan hidup, cobalah alihkan fokus untuk membantu orang lain. Seringkali, kita menyembuhkan diri sendiri dengan cara menyembuhkan orang lain.

3.      Berani Membuka Hati Kembali

Puncak transformasi Otto adalah ketika ia berani menceritakan masa lalunya dan menerima bantuan orang lain. Disadur dari Rotten Tomatoes, ini adalah langkah besar bagi seorang pria yang terbiasa menanggung beban sendirian (stoic).

Film ini mengajarkan bahwa menjadi kuat bukan berarti harus menanggung semuanya sendiri. Membiarkan orang lain masuk ke dalam hidup kita, meskipun berisiko terluka lagi, adalah satu-satunya cara untuk merasakan kehangatan hidup. Komunitas dan persahabatan adalah obat terbaik untuk jiwa yang sepi.