The Great Flood, Antara Visual Megah dan Cerita Kompleks

Cuplikan adegan film The Great Flood
Sumber :
  • https://m.imdb.com/title/tt29927663/mediaviewer/rm2489885442/?ref_=ext_shr_lnk

Film, VIVA Mindset – The Great Flood adalah film bencana fiksi ilmiah asal Korea Selatan yang dibintangi oleh Kim Dami dan Park Hae-Soo. Film ini telah menarik perhatian publik sejak perilisan teaser yang menampilkan visual banjir besar dengan skala masif yang spektakuler dan realistis. Namun, di balik kekuatan visual tersebut, alur cerita dan narasi yang kompleks memunculkan beragam tanggapan dari penonton.

img_title Brie Larson Bintangi Adaptasi One Italian Summer, Kisah Ikatan Ibu dan Anak yang Menyentuh Hati

Sinopsis Singkat

                The Great Flood mengisahkan terjadinya banjir besar yang mengancam Kota Seoul. Film yang disutradarai Kim Byung-Woo ini berfokus pada tokoh A-na, seorang pengembang AI sekaligus ibu tunggal yang diperankan oleh Kim Dami. A-na harus menghadapi situasi hujan lebat dan banjir besar yang hampir merendam seluruh lantai apartemen tempat ia tinggal.

img_title Deretan Nama Baru Jadi Presenter Emmy Awards 2026, Ada Matthew McConaughey hingga Sofia Vergara

                Bersama putranya yang berusia enam tahun, Ja-in, A-na mencoba naik ke atap gedung untuk menyelematkan diri. Dalam situasi genting tersebut, muncul tokoh Hee-joo yang diperankan oleh Park Hae-soo. Ia datang ke apartemen untuk menyelamatkan A-na dan anaknya, sekaligus membuka lapisan misteri yang menjadi bagian penting dari cerita film ini.

                Pada bagian awal, The Great Flood menampilkan nuansa bahaya yang intens melalui visual banjir yang dominan. Seiring berjalannya cerita, film ini tidak hanya elemen bencana semata, tetapi juga membawa penonton ke dalam kisah fiksi ilmiah yang semakin kompleks.

img_title Iman Vellani Dikabarkan Perankan Dewi Hestia di Percy Jackson and the Olympians

Visual dan Sinematografi

                Salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian dari film ini adalah kualitas visual dan sinematografinya. Banyak pujian mengalir untuk efek visual banjir yang digarap secara realistis dan spektakuler. Tim produksi melakukan persiapan matang dalam merancang adegan-adegan berisiko tinggi sebelum syuting dimulai.

                Para pemain bahkan dilaporkan harus menjalani latihan berenang, diving, hingga freediving secara intensif. Film ini juga menjalani proses pasca produksi selama kurang lebih tiga tahun yang difokuskan untuk penyempurnaan visual, efek air, serta teknologi visual effects. Hal tersebut menjadikan visual sebagai salah satu kekuatan utama dalam The Great Flood.

Plot dan Narasi

                Dikutip dari The Korea Times, sejumlah penonton dan kritikus menilai film ini mengalami perubahan arah cerita. Awalnya The Great Flood tampil sebagai film bencana, namun perlahan beralih ke fiksi ilmiah yang kompleks sehingga alur sulit diikuti dan dipahami. Beberapa review dari penonton merasa bahwa pengembangan cerita, kilas balik, hingga simulasi AI terasa terlalu padat dan menantang untuk diikuti. Beberapa ulasan penonton di IMDb juga menyoroti perubahan fokus cerita dari survival murni ke plot yang  lebih abstrak sebagai salah satu hal yang membingungkan.

Halaman Selanjutnya
img_title