Dongeng Gelap Penuh Warna dan Keanehan dalam Film Poor Things
- https://www.imdb.com/title/tt14230458/mediaviewer/rm2912637185/?ref_=ext_shr_lnk
Film, VIVA Mindset –Poor Things adalah salah satu film paling unik yang pernah menghiasi layar lebar. Disutradarai oleh Yorgos Lanthimos, film ini menggabungkan fantasi surealis, drama gelap, dan petualangan yang tak terduga menghasilkan pengalaman sinematik yang nyaris mustahil dibandingkan dengan karya lain.
Dengan penampilan gemilang Emma Stone, film ini bukan hanya tontonan, tapi perjalanan emosional dan filosofis tentang apa artinya menjadi manusia.
Cerita berpusat pada Bella Baxter (Emma Stone), seorang wanita yang dibawa kembali dari kematian oleh ilmuwan eksentrik bernama Dr. Godwin Baxter. Namun Bella bukan sekadar “dihidupkan kembali” dia memiliki pikiran yang masih berkembang, laksana anak kecil dalam tubuh orang dewasa.
Dari sinilah film membuka petualangan yang memadukan:
- Eksplorasi identitas,
- Kebebasan seksual,
- Emansipasi,
- Kritik sosial,
- dan komedi gelap nan absurd.
Saat Bella melarikan diri dari kehidupan lamanya dan bepergian ke berbagai kota bersama pengacara flamboyan Duncan Wedderburn, ia mulai membangun pandangannya sendiri tentang dunia: bebas dari norma, bebas dari rasa takut, bebas dari batasan yang selama ini mengikat perempuan dalam masyarakat.
Emma Stone memberikan salah satu penampilan paling berani dan menakjubkan dalam kariernya. Ia memainkan Bella dengan:
- Keluguan,
- Keingintahuan liar,
- Humor absurd,
- dan kekuatan emosional yang terus tumbuh sepanjang film.
Perubahannya dari “manusia baru lahir” menjadi sosok yang sadar akan dirinya sendiri adalah inti keajaiban Poor Things.
Visual Poor Things adalah pesta bagi mata:
- Kota-kota dibuat seperti lukisan surealis,
- Warna yang berani dan aneh,
- Tata kostum yang memadukan era Victoria dengan imajinasi liar,
- dan efek yang terasa seperti mimpi setengah mabuk.
Setiap frame terlihat seperti karya seni.
Di balik tampilannya yang aneh dan jenaka, Poor Things memuat komentar mendalam tentang:
- Kebebasan perempuan,
- Kekuasaan tubuh,
- Eksperimen manusia,
- Persepsi moral,
- hingga eksistensi itu sendiri.
Bella adalah sosok yang “kosong”, dan justru dari kekosongan itu ia membangun dirinya tanpa beban masyarakat. Hasilnya adalah karakter yang begitu membebaskan sekaligus kontroversial.
Poor Things bukan sekadar film yang ditonton film ini mengundang penonton untuk merasakan, berpikir, dan bereaksi. Banyak adegannya yang memancing perbincangan, memecah opini, bahkan membuat penonton bertanya-tanya apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Dan itulah daya tariknya.