Revenant, Drama Horor Kim Taeri tentang Arwah, Dosa, dan Diri Sendiri Menjadi Sumber Teror!
- https://www.imdb.com/title/tt22263470/mediaviewer/rm330586881/
Drakor, VIVA Mindset –Dilansir dari Rolling Stone, Disney plus kembali menghadirkan kisah horor korea yang elegan sekaligus mencekam lewat serial yang berjudul Revenant. Serial horor Revenant ini tidak hanya bertujuan general untuk memunculkan rasa takut pada penontonnya, namun juga mengupas luka dan dosa manusia di balik dunia spiritual yang tak kasat mata.
Serial ini dibuka dengan suasana khas sesuai genre horor-nya, yakni suasana malam hujan, rumah sunyi, dan bayangan misterius di balik pintu keras. Terdapat tokoh Gu Kangmo (diperankan Jin Seon-kyu), seorang profesor yang tampak panik sembari menelusuri catatannya sambil berulang kali menanyakan, “Apa yang salah?” hingga arwah menjemputnya dalam tragedi misterius.
Di tempat lain, tokoh Sanyeong (diperankan Kim Tae-ri) muncul dalam kesunyian malam kota Seoul yang seolah dikejar sesuatu yang terlihat. Di bawah jembatan, seorang profesor folklor bernama Yeon Haesang (diperankan Oh Jung-sae) berdiskusi tentang kematian dan kutukan, dua nasib yang tampaknya akan mempertemukan mereka berdua. Dari hal itu, serial Revenant mulai membangun ketegangan dengan tenang, namun pasti membuat penonton terus waspada hingga akhir cerita.
Ketika roh jahat yang menghantui Gu Kangmo beralih ke tubuh Sanyeong, kisah berubah menjadi labirin penuh misteri. Bersama Haesang, ia mencoba memahami apakah roh itu benar-benar jahat atau hanya pantulan dari penderitaan manusia yang belum selesai. Dengan itu, Revenant tidak sekedar menawarkan teror secara fisik, namun juga menyoroti tentang kesedihan, ketimpangan sosial, dan tekanan hidup yang membuat manusia sendiri menjadi “hantu” di dunia nyata.
Serial drama horor yang ditulis oleh Kim Eun-hee, penulis yang juga dikenal di balik drama Signal dan Kingdom ini menegaskan reputasinya sebagai maestro horor dengan lapisan makna pada alur ceritanya. Ia memadukan elemen mistik, misteri detektif, dan komentar soisal dengan struktur yang cermat, menghadirkan horor yang terasa begitu korea secara kental secara sisi emosional, spiritual, dan manusiawi. Visual serial ini pun kaya akan makna simbolisme dari bayangan di cermin, tangan-tangan biru yang muncul sekilas, hingga roh anak kecil yang tak mau pergi sebelum adiknya selamat. Semua adegan tersebut terasa nyata dan menggetarkan, tidak karena efek visual, melainkan karena makna di balik setiap penampakan.