Frozen 2013, Karakter Elsa dengan Bayang Kecemasan dan Penyangkalan

Tokoh Elsa di Frozen (2013)
Sumber :
  • https://www.imdb.com/title/tt2294629/mediaviewer/rm3702519040/

Film, VIVA Mindset – Masih mengenali lagu Let It Go dari Frozen 2013, kah? Kisah animasi tentang ratu es ini ternyata menyimpan lapisan psikologis yang dalam. Hal ini dijelaskan dari penelitian yang berjudul “Anxiety and Self Defense Mechanism of Elsa as the Main Character in Frozen (2013)” mengungkap bahwa perjalanan Elsa bukan sekadar cerita tentang sihir dan kekuatan, melainkan potret kompleks tentang kecemasan moral dan mekanisme pertahanan diri dalam teori psikoanalisis milik Sigmund Freud.

img_title Film Indie Berbudget Minim, Untung Maksimal: Rahasia Film Murah yang Mendunia

Kecemasan Moral, Luka Batin yang Membentuk Rasa Takut

img_title Bongkar Anggaran Film: Aktor, Efek Visual, atau Promosi?

Pada film ini diceritakan sejak kecil bahwa Elsa digambarkan memiliki kekuatan luar biasa untuk membekukan apapun yang disentuhnya. Konsekuensinya terjadi ketika secara tak sengaja, ia melukai adiknya, Anna sehingga menumbuhkan rasa bersalah dan kekuatan mulai tumbuh di dalam dirinya. Menurut analisis dalam penelitian, jenis kecemasan yang dialami oleh Elsa adalah moral anxiety, bentuk kekuatan yang muncul dari konflik antara dorongan bawah sadar (id) dan nilai moral yang dikontrol oleh superego.

Rasa bersalah dan rasa malu membuat Elsa menutup diri sepenuhnya. Ia mengisolasi diri di kamar, menghindari kontak dengan dunia luar, bahkan dengan keluarganya sendiri. Ketakutannya bukan lagi terhadap orang lain, namun terhadap dirinya sendiri, bermaksud “bahaya” yang ia yakini datang dari dalam dirinya, merujuk salah satu dialog: “Fear will be your enemy,” kata Grand Pabbie, karakter dalam Frozen. Kalimat tersebut memberikan penegasan bahwa ketakutan Elsa adalah bentuk kecemasan internal yang ia terus lawan.

img_title Klub Film US$1 Miliar: Daftar Film Terlaris Dunia

Denial dalam “Conceal, Don’t Feel” sebagai Mekanisme Pertahanan Diri

Menurut teori Freud, mekanisme pertahanan diri atau defense mechanism adalah cara ego melindungi diri dari tekanan batin dan konflik antara id dan superego. Karakter Elsa menunjukkan bentuk mekanisme denial tersebut, yakni penyangkalan terhadap realitas dan perasaan. Ia menolak untuk menerima kekuatannya, bahkan berusaha untuk menghapus keberadaannya dari kesadaran.

Momen ketika Elsa menyanyikan bagian “Conceal, don’t feel, don’t let them know” bukan hanya sebagai lirik lagu, tetapi ekspresi psikologisnya dari mekanisme pertahanan diri yang sedang bekerja. Ia mengenakan sarung tangan bukan sekadar simbol kontrol, melainkan caranya untuk menyangkal bagian dari dirinya yang ia takuti.

Halaman Selanjutnya
img_title