Menyusun Potongan Kenangan Lewat “Anthology (2018)”

So-Yi dan Jin-Hyun di tvN Drama Stage "Anthology (2018)"
Sumber :
  • https://www.hancinema.net/korean_Drama_Stage_-_Anthology-picture_928575.html#gallery-1

Film, VIVA Mindset –Anthology (2018) mengeksplor perjalanan emosional yang menyatukan fragmen kehidupan, menghadirkan potongan kenangan yang membentuk siapa kita hari ini. Film ini menelusuri momen-momen kecil namun bermakna, mengajak penonton merasakan nostalgia, kehilangan, dan kebahagiaan yang tersimpan di tiap ingatan.

img_title Sinopsis Film Horor 'The Doll Ghawiah': Teror Boneka Mistis di Bandung

Anthology (2018) sendiri bukan film layar lebar melainkan bagian dari “Drama Stage” yang diproduksi oleh tvN. Singkatkan, film ini adalah seri drama pendek yang menampilkan cerita mandiri berdurasi sekitar 60 menit, dengan format drama satu episode bukan film panjang.

Sinopsis

img_title Teaser Animasi Timun Mas Tuai Pujian Warganet, Digarap Tanpa Bantuan AI

16 tahun lalu, So-Yi (Shin Eun-Soo) pindah dari Seoul ke rumah kakek-neneknya di pedesaan. Meski sering mengeluarkan komentar pedas kepada orang-orang di sekitarnya, sebenarnya ia menyimpan kesedihan akibat kehilangan orang tuanya. 

Bersama teman sekelasnya, Jin-Hyun (One), keduanya menulis sebuah buku antologi. Kini, So-Yi telah menjadi guru bahasa Inggris, dan kemudian istri pamannya yang juga guru SMA-nya menemukan dan memberikan buku antologi yang dulu dibuat bersama Jin-Hyun.

img_title Deretan Film dan Series Internasional yang Tayang Sepanjang Oktober 2026

Plot

Mengisahkan rangkaian kisah pendek yang saling terkait, masing-masing menyoroti momen penting dalam kehidupan tokohnya. Cerita bergerak dengan menggabungkan masa lalu dan masa kini untuk menekankan hubungan antara kenangan masa lalu dan identitas masa kini. Drama stage ini mengusung konsep potongan-potongan pengalaman membentuk siapa kita.

Karakter

So-Yi digambarkan sebagai seorang protagonis utama episode ini, ia menunjukkan sisi emosional dan reflektif yang menghadirkan pengalaman hidup yang bisa dirasakan banyak orang. Sedangkan Jin-Hyun digambarkan sebagai teman sekelas sekaligus karakter pendukung, yang juga berfungsi sebagai penghubung masa lalu dan masa kini So-Yi.

Kedua karakter digambarkan realistis seperti anak remaja pada umumnya. Dibungkus dalam satu episode, karakter keduanya dapat mencerminkan filosofi “potongan kehidupan di masa remaja” yang membentuk identitas saat sudah dewasa.

Sinematografi

Drama ini menggunakan tone warna lembut dan pencahayaan natural untuk menonjolkan suasana masa lalu. Kamera sering fokus pada detail kecil termasuk pada ekspresi wajah dan objek simbolik untuk memperkuat emosi dan memori. Tak hanya itu, transisi antar adegan diedit dengan halus sehingga memberi kesan aliran memori yang natural.