“You and Everything Else” sebagai Cermin Kehidupan & Persahabatan
- https://x.com/NetflixKR/status/1971439597558055330
Drakor, VIVA Mindset – Dengan alur yang sederhana namun sarat makna, drama korea “You and Everything Else (2025)” tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga refleksi tentang cinta, kehilangan, dan arti keberadaan. Sebuah pengingat bahwa setiap detail dalam hidup memiliki cerita yang layak untuk dirayakan.
“You and Everything Else” merupakan drama korea yang baru saja dirilis di Netflix pada September 12, 2025 dengan jumlah episode 15. Drama Korea ini mendapat sorotan dari banyak penonton dengan jalan cerita yang realistis dan membuat emosi. Menggambarkan dinamika emosional dua sahabat sekaligus rival dengan alur yang kuat, berikut ini adalah perbedaan karakter keduanya.
Cheon Sangyeon (Park Ji Hyun)
Ada beberapa penonton yang mengatakan jika karakter Cheon Sangyeon tidak tau cara memberi dan menerima cinta, hingga membuatnya menjadi pribadi yang toxic. Namun, banyak juga yang merasa jika dia hanyalah seorang pribadi yang egois dan tidak tau diri dengan regulasi emosi yang sangat buruk dan menyakiti orang lain.
1. Toxic
Karakter Sangyeon digambarkan sebagai seseorang yang tidak pernah merasa puas. Ada saat di mana, meski ia telah memiliki banyak hal baik dalam hidupnya, tetap saja ia merasa tidak benar-benar bahagia. Hal itu menumbuhkan keinginan agar Eunjung ikut terpuruk, karena ia tidak rela melihat sahabatnya merasakan kebahagiaan.
Dia percaya bahwa kalau dirinya tidak bahagia, orang lain juga tak berhak merasakan kebahagiaan, semuanya harus hancur seperti hidupnya sendiri. Hal ini diungkapkannya melalui dialog yang berbunyi, “I hate that you were fine. I want to see you ruined, like me.”
2. Narcissistic
Sangyeon juga digambarkan menjadi karakter yang haus perhatian. Dia merasa semua perhatian seharusnya tertuju padanya karena ia menganggap hidupnya paling sengsara. Saat Sang Hak memilih Eunjung, ia merasa seolah tak ada lagi yang mau memilih atau mendampinginya.
3. Manipulative
Keputusan sepihak yang mempengaruhi teman baiknya sekaligus rivalnya, Eunjung, dianggap sangat egois. Sangyeon yang menderita kanker stadium akhir dan tidak ada harapan medis lagi, merasa jika permintaannya adalah sesuatu yang harus dituruti untuk yang terakhir kalinya.