Nasida Ria yang Tetap Eksis di Era Modern

Penampilan Grup Nasida Ria
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DHo2-ivTTRB/?img_index=2&igsh=MTd0cDRhazl2Znd6cg==

Entertaiment, VIVA Mindset – Musik selalu menjadi cermin zaman. Di Indonesia, salah satu fenomena unik yang bertahan puluhan tahun adalah Nasida Ria, grup musik kasidah asal Semarang yang sudah ada sejak tahun 1975. Meski lahir di era ketika musik pop Barat sedang menjamur, mereka berhasil menancapkan identitas kuat sebagai ikon kasidah modern.

img_title Kakak Bukan Pengganti Orang Tua: Di Usia Berapa Anak Boleh Menjaga Adiknya?

Dari Semarang untuk Indonesia

Didirikan oleh H. Muhammad Zain, Nasida Ria beranggotakan perempuan berhijab yang tidak hanya pandai bernyanyi, tetapi juga piawai memainkan alat musik. Nama “Nasida” diambil dari kata nasyid yang berarti nyanyian, sedangkan “Ria” berarti riang. Sesuai namanya, mereka menghadirkan dakwah dalam bentuk musik yang gembira dan mudah diterima masyarakat.

img_title Disiplin Positif, Cara Mendidik Anak Tanpa Hukuman Yang Kian Relevan

Lirik-lirik lagu Nasida Ria diambil dari Al-Qur’an, hadis, serta syair ciptaan sendiri. Pesannya sederhana, perdamaian, keadilan, akhlak, dan nilai-nilai moral. Lewat musik, mereka menyampaikan dakwah Islam dengan cara yang menyenangkan dan inklusif.

Masa Keemasan dan Lagu Legendaris

img_title Anak Adalah Peniru Ulung, Orang Tua Jadi Kunci Pembentukan Karakter

Era 1990-an adalah masa keemasan Nasida Ria. Lagu-lagu mereka diputar di TVRI, radio, hingga panggung-panggung besar di berbagai kota. Dari sekian banyak karya, lagu Perdamaian menjadi yang paling ikonik,  hingga kini masih sering dibawakan ulang. Liriknya tentang kerinduan pada dunia tanpa peperangan terasa universal, melampaui sekat agama maupun budaya.

Hingga saat ini, Nasida Ria sudah melahirkan 33 album dengan berbagai tema, dari dakwah hingga kritik sosial.

Bertahan di Tengah Modernisasi

Seiring perkembangan zaman, Nasida Ria menghadapi tantangan besar. Musik pop, rock, dangdut, hingga K-pop merajai pasar hiburan, sementara kasidah dianggap sebagai musik orang tua. Namun, Nasida Ria tidak tinggal diam. Mereka mengadopsi instrumen modern seperti keyboard, gitar listrik, dan biola, agar musiknya tetap segar tanpa kehilangan nuansa religius.

Meski popularitasnya menurun dibanding masa kejayaan, Nasida Ria tetap tampil di berbagai acara, baik lokal maupun nasional. Mereka bahkan menjadi ikon musik kasidah modern Indonesia yang dikenal sampai ke mancanegara.

Lebih dari 45 tahun berkarya, Nasida Ria masih berdiri tegak, membuktikan bahwa suara kasidah tetap punya tempat di hati masyarakat. Di tengah gemerlap musik modern, mereka tetap bersuara riang, mengajak dunia pada perdamaian.