Voice of Baceprot, Perempuan Hijab Melawan Stigma
- https://www.instagram.com/p/Cv90kSMyNDM/?igsh=bHU1dno1OWJvaWtw
Musik, VIVA Mindset – Siapa bilang perempuan berhijab tidak bisa memainkan musik cadas? Voice of Baceprot (VoB), trio metal asal Garut, membuktikan bahwa stereotip itu salah besar. Dengan gitar, bass, dan drum, mereka merubah pandangan sempit tentang perempuan, hijab, dan musik keras. Mereka sekaligus mengangkat isu-isu sosial yang relevan bagi generasi muda.
Dari Desa Kecil ke Panggung Dunia
VoB terbentuk sekitar tahun 2014 oleh Marsya (vokal & gitar), Widi (bass), dan Euis (drum). Nama Baceprot diambil dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Perjalanan mereka bermula di sebuah sekolah di Garut, ketika guru teater mereka, Abah Erza, memperkenalkan musik rock dan metal.
Dari situlah lahir semangat untuk bermain musik, meski lingkungan sekitar sempat menentang. Video penampilan mereka yang viral membuat nama VoB cepat dikenal, hingga akhirnya tampil di berbagai festival internasional.
Kini, VoB sudah mencetak sejarah sebagai band Indonesia pertama yang tampil di Glastonbury Festival 2024 dan juga diundang ke Wacken Open Air, festival metal terbesar di dunia.
Musik dengan Pesan Perlawanan
VoB bukan sekadar memainkan riff gitar berat. Lirik-lirik mereka penuh kritik sosial dan seruan perubahan. Seperti beberapa lagu berikut yang membawa pesan mendalam.
- (NOT) Public Property, mengecam pelecehan seksual dan victim-blaming, menegaskan bahwa tubuh perempuan bukan milik publik.
- PMS (Perempuan Merdeka Seutuhnya), simbol resistensi terhadap standar patriarki yang mengekang kebebasan perempuan.
- God, Allow Me (Please) to Play Music, jeritan kebebasan dari tekanan religius yang kerap digunakan untuk membungkam kreativitas.
- School Revolution, kritik terhadap sistem pendidikan yang membatasi kreativitas anak muda.
Lewat musik, mereka memberi suara pada isu-isu yang kerap diabaikan, seperti diskriminasi gender, hingga krisis lingkungan.
Antara Feminisme dan Identitas
VoB menegaskan bahwa keberadaan mereka adalah bentuk perlawanan feminis di ruang musik metal. Mereka menunjukkan bahwa perempuan bisa berdiri sejajar, bahkan di genre yang sering dianggap “keras” dan penuh stereotip laki-laki.
Yang menarik, VoB tetap mempertahankan identitas mereka sebagai perempuan Muslim berhijab. Bagi mereka, hijab bukan penghalang, melainkan bagian dari ekspresi diri. Inilah yang membuat mereka unik, membawa pesan kesetaraan gender sambil tetap berpegang pada keyakinan pribadi.