Lightyear, Kisah Asal Usul Buzz Dari Pixar Animation Studios

lightyear, spin-off toy story yang dilarang tayang di Indonesia
Sumber :
  • https://youtu.be/BwZs3H_UN3k?feature=shared

Film, VIVA Mindset – Lightyear, Spin-off Toy Story yang Menuai Kontroversi dan Larangan Tayang di Timur Tengah.

img_title Terjebak di Ketinggian 5.000 Kaki: Mengapa Fall 2: Deadpoint Wajib Masuk Daftar Tontonan September Ini!

Film animasi Lightyear dari Pixar Animation Studios resmi tayang di platform Disney plus mulai 3 September 2025. Karya yang dirilis pertama kali pada 17 Juni 2022 ini merupakan spin-off dari franchise legendaris Toy Story. Disutradarai oleh Angus MacLane, film ini menghadirkan Chris Evans sebagai pengisi suara Buzz Lightyear, tokoh ikonik yang dikenal luas di dunia animasi.

Lightyear, Ujian Besar Kembali Ke Layar Lebar

img_title Bukan Sekadar Komedi Biasa: Menguliti Gelak Tawa dan Satir di Balik Film Agensi Rumah Tangga

Pixar dikenal dengan standar tinggi dalam setiap karyanya. Setelah menghadirkan film ikonik seperti Ratatouille, Toy Story 3, dan Inside Out, publik selalu menantikan kisah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati. Meskipun Soul, Luca, dan Turning Red tidak dirilis luas di bioskop, ketiganya tetap berhasil membawa tema emosional yang kuat. Kini, lewat Lightyear, Pixar kembali ke layar lebar dengan beban ekspektasi besar.

Film ini mengisahkan Buzz Lightyear, seorang ranger luar angkasa yang tanpa sengaja membuat sekelompok manusia terdampar di planet berbahaya. Ia berusaha menemukan formula bahan bakar untuk menyelamatkan mereka, namun setiap uji coba penerbangan membuat waktu di planet itu melompat empat tahun ke depan. Saat berhasil menemukan solusi, planet tersebut sudah dikuasai robot, memaksanya bekerja sama dengan tim relawan yang serba tidak terlatih.

img_title Film Thriller 'AUTOPSY: Dead Body Can Talk' Siap Tayang 3 September 2026

Konsep cerita menjelaskan bahwa Lightyear adalah film yang pernah ditonton Andy dalam Toy Story tahun 1995, yang membuatnya ingin memiliki mainan Buzz. Namun, keterkaitannya dengan waralaba itu berhenti di sana. Selebihnya, Lightyear berdiri sebagai film sci-fi mandiri dengan sentuhan perjalanan hiperluang dan konsep waktu yang kompleks.

Kekuatan film ini terletak pada babak awal, terutama hubungan Buzz dengan Komandan Hawthorne yang terus berubah seiring perjalanan waktu. Sayangnya, ketika cerita beralih pada invasi robot, karakter pendukung justru sering dianggap mengganggu alur. Ekspektasi tinggi terhadap Pixar pun membuat Lightyear terasa kurang menyentuh jika dibandingkan dengan karya emosional seperti Coco atau Inside Out.

Meski begitu, Lightyear tetap hadir sebagai tontonan sci-fi yang menghibur untuk anak-anak dan cukup bisa dinikmati orang dewasa. Hanya saja, film ini lebih terasa sebagai hiburan biasa daripada sebuah karya yang melampaui batas.

Halaman Selanjutnya
img_title