Travis Scott Tampil Sebagai Cameo The Bard di The Odyssey, When I'm Home Dipilih Jadi Lagu Penutup Film
- https://www.instagram.com/p/C_Osfrbvhfy/
Musik, VIVA Mindset –Film epik The Odyssey akhirnya tayang di bioskop dengan lagu penutup yang langsung mencuri perhatian penonton. Travis Scott kembali berkolaborasi menghadirkan When I'm Home bersama James Blake dan Ludwig Goransson.
Lagu tersebut kini resmi tersedia di berbagai platform streaming setelah mengiringi penutup film garapan Christopher Nolan. Kolaborasi ini semakin menarik karena menyatukan rapper ternama, penyanyi berbakat, dan komposer peraih Oscar sekaligus.
Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan soundtrack baru, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan Travis Scott dalam proyek sinematik Christopher Nolan. Mulai dari akting hingga musik, kontribusinya memberi warna berbeda pada film epik yang sedang mencuri perhatian dunia.
Lagu When I'm Home Menjadi Penutup Film The Odyssey
Melansir dari Rollingstone, lagu When I'm Home resmi hadir di platform streaming bersamaan penayangan film The Odyssey. Travis Scott membawakan lagu tersebut bersama James Blake dan komposer Ludwig Goransson.
Aransemen musiknya memadukan nuansa modern dengan kisah klasik dari puisi epik karya Homer. Liriknya menggambarkan perjalanan panjang Odysseus melalui pendekatan yang terasa puitis sekaligus kontemporer.
Suara khas James Blake memperkuat atmosfer misterius melalui bagian vokal yang terdengar begitu emosional. Sentuhan musik Ludwig Göransson membuat lagu penutup ini terasa megah sekaligus mendalam hingga akhir film.
Christopher Nolan Tunjuk Travis Scott Jadi Cameo
Kolaborasi terbaru ini menandai kerja sama kedua antara Christopher Nolan dan Travis Scott di dunia perfilman. Sebelumnya, ia pernah membawakan lagu penutup The Plan untuk film Tenet pada 2020 lalu.
Dalam The Odyssey, Nolan memberikan Travis berperan cameo sebagai karakter bernama The Bard. Karakter tersebut hadir sebagai penyair yang menyampaikan kisah Odysseus melalui irama dan lantunan syair.
Nolan menjelaskan rap memiliki kemiripan dengan tradisi puisi lisan yang diwariskan sejak zaman kuno. Kesamaan tersebut menjadi alasan utama memilih sang rapper menghidupkan karakter penting tersebut di layar.
Meski tampil singkat, kehadirannya memperkuat hubungan antara kisah klasik dengan sentuhan budaya musik modern. Selain berakting, ia juga mengisi lagu penutup film yang membuat karya ini semakin emosional.