Kenapa Prekuel Legally Blonde, Elle, Tidak Setenar Itu dan Menuai Banyak Kritik
- https://x.com/i/status/2064332964763197922
Film, VIVA Mindset –Amazon Prime Video akhirnya merilis Elle, serial prekuel dari waralaba Legally Blonde, pada 1 Juli 2026 lalu. Serial ini digarap Laura Kittrell dan diproduseri eksekutif oleh Reese Witherspoon lewat rumah produksinya, Hello Sunshine, dengan Lexi Minetree berperan sebagai Elle Woods versi remaja.
Sayangnya, alih-alih disambut meriah seperti film aslinya di tahun 2001, Elle justru menuai reaksi beragam dan cenderung mengecewakan dari kalangan kritikus.
Berdasarkan data yang beredar, skor kritikus Elle di Rotten Tomatoes hanya berada di angka 57 persen, jauh dari ekspektasi publik terhadap sebuah waralaba ikonik.
Elle sendiri menceritakan masa SMA Elle Woods pada 1995, ketika keluarganya terpaksa pindah dari Los Angeles yang cerah ke Seattle yang hujan setelah sang ayah, seorang dokter bedah plastik, melakukan kesalahan operasi hidung pada seorang selebriti.
Dianggap Bertentangan dengan Cerita Aslinya
Salah satu kritik terbesar terhadap Elle datang dari sisi kontinuitas cerita. Dikutip dari IndieWire, premis film Legally Blonde yang asli justru menekankan bahwa Elle Woods adalah sosok gadis California yang sama sekali tidak mengenal dunia di luar cowok, pakaian, dan kehidupan sorority sebelum akhirnya masuk Harvard, sehingga fakta bahwa ia ternyata pernah menghabiskan masa remajanya di lingkungan Seattle yang penuh musisi grunge dan aktivis dinilai sebagai ketidakkonsistenan karakter yang cukup mencolok.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, jika Elle Woods dilihat sebagai sosok tunggal dalam satu kontinuitas cerita yang utuh, maka prekuel garapan Amazon ini terasa menabrak logika naratifnya sendiri.
Meski begitu, ulasan yang sama turut menyebut bahwa jika dilihat sebagai IP waralaba yang bisa terus dikembangkan seperti James Bond atau Superman, keberadaan Elle masih bisa dipahami dari sisi bisnis, meski tetap dipertanyakan dari sisi kreatif.
Dinilai Terlalu Mengandalkan Nostalgia Tanpa Cerita Baru
Selain soal kontinuitas, Elle juga dikritik karena dianggap terlalu bergantung pada nostalgia film aslinya tanpa benar-benar menawarkan cerita baru yang segar.
Berdasarkan laman HuffPost, mulai dari palet warna pink pada set dan kostum, cara Elle distereotipkan sebagai sosok blonde, hingga adegan pertemuan dengan anjing Bruiser saat masih kecil, semuanya dinilai sebagai upaya yang gagal menghadirkan kembali unsur yang membuat film aslinya begitu berkesan.