Di Balik Layar The Devil Wears Prada 2: Isu Body Diversity hingga Adegan yang Dihapus
- https://www.reuters.com/resizer/v2/KNAOG7DUMFO7FCZLGR7A2SAWBM.jpg?auth=d5574c6b5af4220785bb92e218b2c8c366ae8d6010a12611d84c1547a10760ce&width=1080&quality=80
Film, VIVA Mindset – Film The Devil Wears Prada 2 kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai sekuel dari film ikonik The Devil Wears Prada, tetapi juga berbagai cerita menarik di balik proses produksinya.
Dari perubahan pendekatan terhadap industri fashion hingga keputusan kreatif yang cukup berani, film ini memperlihatkan bagaimana sebuah sekuel bisa berkembang mengikuti zaman. Behind the scenes-nya pun membuka banyak hal yang jarang terlihat oleh penonton.
Mulai dari isu representasi hingga penyuntingan adegan besar yang menampilkan Sydney Sweeney, berikut rangkuman fakta di balik layar film The Devil Wears Prada 2 seperti merangkum dari Yahoo.
1. Evolusi Sekuel yang Lebih Relevan
The Devil Wears Prada 2 hadir bukan sekadar melanjutkan kisah lama, tetapi juga membawa pendekatan yang lebih segar dan relevan dengan kondisi industri fashion saat ini.
Dibandingkan film pertamanya, sekuel ini mencoba menangkap perubahan besar dalam dunia fashion, terutama dalam cara industri tersebut beradaptasi dengan era modern.
Perubahan ini mencakup dinamika media, pergeseran kekuasaan, serta bagaimana karakter berkembang mengikuti zaman. Dengan pendekatan ini, film tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menawarkan perspektif baru yang lebih kontekstual.
2. Dorongan Body Diversity di Balik Produksi
Salah satu aspek penting di balik layar The Devil Wears Prada 2 adalah dorongan untuk menghadirkan representasi tubuh yang lebih beragam (body diversity). Anne Hathaway menjadi salah satu sosok yang mendorong perubahan ini dalam proses produksi.
Ia ingin memastikan bahwa dunia fashion yang ditampilkan tidak lagi terpaku pada satu standar kecantikan saja. Upaya ini menunjukkan adanya kesadaran baru dalam industri hiburan untuk lebih inklusif.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap kritik yang pernah muncul pada film pertama terkait representasi tubuh yang terbatas.
3. Adegan Cameo yang Tidak Masuk Final Cut
Menariknya, tidak semua adegan yang sudah diproduksi berhasil masuk ke versi akhir film. Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah cameo dari Sydney Sweeney.
Ia sempat tampil dalam sebuah adegan sekitar tiga menit, berperan sebagai dirinya sendiri dalam interaksi dengan karakter Emily. Namun, adegan tersebut akhirnya dipotong dari film.