Crocodile Tears Siap Tayang di Bioskop Mei 2026: Drama Keluarga Penuh Luka
- https://vt.tiktok.com/ZSHgqh3Da/
Film, VIVA Mindset – Perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang berani dan berbeda lewat film Crocodile Tears. Dijadwalkan tayang pada 7 Mei 2026, film ini bukan sekadar drama biasa, melainkan sebuah eksplorasi emosional yang intens tentang hubungan keluarga yang berubah menjadi penuh tekanan dan misteri.
Kisah film ini berpusat pada seorang pemuda bernama Johan yang menjalani hidup terpencil bersama ibunya di sebuah taman buaya. Lingkungan yang sunyi dan jauh dari keramaian itu menjadi latar yang kuat untuk menggambarkan hubungan mereka yang tidak biasa.
Sampai pada akhirnya, keadaan mulai berubah ketika Johan bertemu dan jatuh cinta pada Arumi. Kehadiran Arumi membuka pintu bagi kehidupan baru yang lebih luas bagi Johan. Namun, sekaligus memicu konflik besar dalam keluarganya.
Sang ibu, yang selama ini menjadi satu-satunya sosok dalam hidup Johan, perlahan menunjukkan sikap posesif dan penuh kontrol. Rasa sayang yang seharusnya melindungi justru berubah menjadi sesuatu yang menekan dan membatasi.
Judul Crocodile Tears bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol penting dalam cerita. Istilah “air mata buaya” selama ini identik dengan kepura-puraan.
Inspirasi ini juga berkaitan dengan perilaku alami buaya, yang dalam beberapa kondisi terlihat “melindungi” anaknya, namun tetap menyimpan sisi liar yang berbahaya.
Film ini menggabungkan beberapa elemen genre sekaligus, yaitu: drama keluarga, thriller psikologis, serta unsur simbolik dan metaforis.
Film ini menjadi karya panjang perdana dari Tumpal Tampubolon sebagai sutradara. Sebelumnya, ia dikenal sebagai penulis skenario yang terlibat dalam sejumlah proyek film berkualitas.
Film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor muda dan berpengalaman yang berhasil menghidupkan karakter dengan intens, seperti Yusuf Mahardika sebagai Johan, Zulfa Maharani sebagai Arumi, Marissa Anita sebagai ibu Johan.
Sebelum tayang di Indonesia, Crocodile Tears telah lebih dulu diperkenalkan ke panggung dunia melalui berbagai festival film bergengsi, seperti: Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, dan BFI London Film Festival. Selain itu, film ini juga mendapat apresiasi di ajang nasional seperti Jakarta Film Week.