Rating IGRS Di Steam Akhirnya Normal Kembali

Steam dan IGRS
Sumber :
  • https://x.com/mog_mediaa/status/2040443737466405115?s=20

Game, VIVA Mindset – Setelah sempat membuat heboh jagat maya, klasifikasi usia atau rating game di platform Steam akhirnya berangsur kembali ke semula. Sebelumnya, gamer Indonesia dikejutkan dengan munculnya label Igrs atau Indonesia Game Rating System yang menampilkan batas usia sangat tidak masuk akal. Bayangkan saja, game tembak-tembakan brutal justru dinilai aman untuk balita, sementara game kasual yang dihiasi karakter lucu malah dilabeli khusus untuk audiens dewasa.

img_title Dunia Silent Hill Penuh Misteri, Apa Sebenarnya yang Membuat Kota Ini Mengerikan?

Keriuhan ini tidak pelak memicu gelombang protes habis-habisan dari netizen karena para gamer merasa sistem ini telah kehilangan akal sehatnya. Kekacauan sistem klasifikasi ini benar-benar terjadi secara masif dan menuai banyak kebingungan. Dilansir dari antaranews, publik digemparkan oleh penempatan usia game yang dinilai sama sekali tidak akurat, sebagai contoh nyata game bernuansa ringan dan sangat kartunis seperti Upin Ipin Universe secara mengejutkan diberi label usia delapan belas tahun ke atas.

Di sisi lain, game pertempuran dengan intensitas kekerasan tinggi seperti PUBG Battlegrounds malah mendapatkan label usia tiga tahun ke atas, sehingga anomali semacam ini memancing reaksi keras dari kalangan developer serta pemain, seperti pengamat industri di akun media sosial @direktorigim yang terus menyoroti kegagalan integrasi sistem tersebut.

img_title Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis Trailer Baru, Ini Kisah yang Akan Dibawa ke Night City

Melihat situasi yang menjadi bahan tertawaan, pihak kementerian langsung angkat suara. Dikutip dari tvonenews.com, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa tampilan rating Igrs pada Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi dan data tersebut diklaim belum pernah diverifikasi oleh pemerintah. Berdasarkan penelusuran mereka, rating yang saat ini muncul murni berasal dari mekanisme internal platform Valve yang berbasis pada metode self-declare, dengan kata lain data ditarik secara otomatis tanpa melalui meja verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.

Alih-alih mengakui adanya ketidaksiapan teknis dalam fase integrasi dengan pihak platform, Kemkomdigi justru lebih fokus menuntut pihak Steam dan meminta klarifikasi penuh dari penyedia layanan tersebut tanpa membahas masalah dari sisi regulasi lokal. Dikutip dari komdigi.go.id, kementerian mengingatkan bahwa pencantuman label tanpa verifikasi berpotensi besar melanggar regulasi, yakni Permen Kominfo Nomor dua Tahun dua ribu dua puluh empat tentang Klasifikasi Gim.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title GTA VI Makin Jadi Sorotan Jelang Gameplay Perdana, Ini yang Terungkap dari Bocoran Terbarunya