Steam Rilis Pricing Tools Terbaru, Siap Untungkan Gamer Indonesia?
- https://cdn.fastly.steamstatic.com/store/home/store_home_share.jpg
Game, VIVA Mindset –Steam baru saja membuat gebrakan baru yang pastinya bikin para gamer PC penasaran sekaligus antusias. Platform distribusi game digital raksasa milik Valve ini resmi meluncurkan pembaruan besar pada sistem rekomendasi harga regional mereka. Buat kalian yang sering mengeluhkan harga game yang makin mencekik kantong, kabar ini mungkin bisa jadi angin segar. Pembaruan alat ukur harga ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan sebagai respons langsung atas banyaknya keluhan mengenai disparitas harga yang mencapai 20 hingga 30 persen di berbagai negara berkembang.
Dilansir dari games.gg, Valve kini memberikan 3 metode konversi harga yang berbeda bagi para pengembang game untuk menentukan harga jual produk mereka. Alat bantu penetapan harga terbaru ini mencakup 35 mata uang dan 4 kelompok wilayah di seluruh dunia. Metode pertama yang ditawarkan adalah konversi nilai tukar sederhana. Sesuai dengan namanya, metode ini mengubah harga dolar Amerika Serikat secara langsung ke mata uang lain murni berdasarkan nilai tukar yang sedang berlaku. Pendekatan ini memang sangat praktis bagi pengembang, tetapi sayangnya sama sekali tidak memperhitungkan daya beli riil masyarakat lokal di suatu negara.
Metode kedua berfokus sepenuhnya pada konversi daya beli konsumen. Sistem ini secara otomatis menarik data publik mengenai rata-rata kemampuan belanja masyarakat di wilayah tertentu. Dikutip dari twistedvoxel.com, dengan menggunakan metode daya beli ini sebuah game seharga 30 dolar tidak akan memakan biaya yang setara dengan upah kerja beberapa hari di negara dengan tingkat pendapatan rata-rata yang lebih rendah. Pendekatan ini dinilai sangat adil bagi para pemain yang berada di kawasan dengan kondisi ekonomi yang masih berkembang.
Sementara itu, metode ketiga adalah konversi multivariabel yang merupakan opsi paling komprehensif. Metode ini menggabungkan berbagai faktor penting sekaligus, mulai dari tingkat daya beli lokal, nilai tukar mata uang saat ini, hingga perkiraan biaya untuk barang hiburan lain yang sebanding di negara tersebut. Pendekatan ketiga inilah yang secara resmi dinilai paling mirip dengan sistem rekomendasi harga lama milik Steam sebelum pembaruan ini diterapkan. Pengembang diberikan kebebasan penuh untuk meracik formula mana yang paling pas untuk audiens mereka.