FA Larang Dinding Beton di Pinggir Lapangan usai Kematian Billy Vigar
- https://www.bbc.com/sport/football/articles/cn4nlpwq1qyo
Sepak Bola, VIVA Mindset –Football Association (FA) Inggris resmi mengumumkan penerapan aturan keselamatan baru terkait dinding pembatas di sekitar lapangan sepak bola. Aturan ini muncul setelah kematian mantan pemain akademi Arsenal, Billy Vigar, yang berusia 21 tahun, akibat berbenturan dengan pembatas beton saat bertanding.
Mulai musim 2026/2027, dinding kokoh yang terbuat dari bata, blok beton, atau beton di sekitar lapangan dalam sistem National League tidak lagi diperbolehkan. Dinding tersebut harus dihilangkan atau dilapisi material pelindung sebelum musim baru dimulai.
Berdasarkan laman resmi thefa.com, FA telah melakukan peninjauan bertahap yang melibatkan para ahli kesehatan dan keselamatan independen. Peninjauan ini menghasilkan pembaruan Kriteria Akreditasi Stadion FA untuk musim 2026-27.
Penerapan aturan baru ini menyusul kematian mantan pemain muda Arsenal, Billy Vigar. Menurut skysports.com, Vigar meninggal dunia pada September 2025 setelah bertabrakan dengan pembatas beton saat bermain untuk Chichester City melawan Wingate and Finchley. Insiden tersebut membuat Vigar mengalami cedera otak serius.
FA turut menginformasikan kriteria yang telah direvisi terkait pembatas lapangan, sekaligus memberi pemberitahuan kepada klub-klub yang terdampak. Melansir dari thefa.com pada Jumat, 7 Agustus 2026, FA tidak lagi mengizinkan pembatas dari bata padat, blok beton ringan, atau beton yang harus disingkirkan. Pembatas yang tidak dapat disingkirkan karena alasan struktural harus ditutupi pelindung yang sesuai.
Aturan ini wajib diterapkan di seluruh National League System untuk pria (Steps 1-6) dan Women's National League (Tingkat 3-4). Klub-klub terdampak diwajibkan mengambil tindakan sesegera mungkin sesuai kriteria baru tersebut.
FA dan Premier League telah menyediakan dana untuk memfasilitasi perubahan ini. Dikutip dari thefa.com, pendanaan tersebut dikelola oleh Premier League Stadium Fund. Fase awal program ini sudah berjalan, dengan dukungan penuh yang akan terus diberikan kepada klub-klub yang terlibat dalam proses tersebut.
Mengacu pada laporan skysports.com, Press Association Sport memperoleh informasi bahwa sekitar 900 klub berkompetisi di divisi-divisi terkait, sekitar 160 klub di antaranya telah dihubungi terkait setidaknya satu aspek stadion mereka yang harus dimodifikasi.