Geger! Yamal Pecahkan Rekor Mbappe Lagi

Duel panas ketika Lamine Yamal membawa bola dikawal ketat oleh Kylian Mbappe.
Sumber :
  • https://x.com/unmagnetism/status/2077139145961709761?s=20

Sepak Bola, VIVA Mindset –Nama Lamine Yamal kembali menjadi perbincangan dunia sepak bola. Bintang muda Barcelona itu kembali menunjukkan tajinya dengan mengungguli Kylian Mbappe baik dari sisi rekor individu maupun catatan head to head, dilansir dari viva.co.id.

img_title Barcelona Pesta Gol di Mestalla, Hancurkan Valencia 5-0 dan Pertahankan Start Sempurna di La Liga

Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Yamal sudah mencatatkan sederet prestasi yang membuat banyak pengamat sepak bola terkejut. Persaingan antara Yamal dan Mbappe kini dianggap sebagai duel generasi baru yang akan mewarnai sepak bola Eropa dalam 10 tahun ke depan.

Dilansir dari viva.co.id, Lamine Yamal memiliki catatan luar biasa saat berhadapan langsung dengan Kylian Mbappe. Sejak musim panas lalu, Yamal sudah mengalahkan Mbappe sebanyak 6 kali berturut-turut.

img_title Kejutan Bursa Transfer! Enzo Fernandez Tinggalkan Chelsea demi Manchester City

Dari 8 pertemuan terakhir, rincian hasilnya adalah 7 kemenangan untuk Yamal, 1 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan. Dominasi ini terjadi baik di level klub bersama Barcelona maupun di level internasional bersama Timnas Spanyol.

Pertemuan terbaru keduanya terjadi di semifinal UEFA Nations League. Dalam laga tersebut Spanyol tampil dominan dan menang dengan skor telak 9 gol atas Prancis. Yamal menjadi salah satu bintang dengan mencetak 2 gol, termasuk gol penalti pertamanya di level senior.

img_title Barcelona Sepakati Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal Senilai 8,6 Juta Poundsterling

Sementara itu, Mbappe juga mencetak gol untuk Prancis. Namun gol tersebut tidak cukup untuk membawa Les Bleus lolos ke final. Kekalahan ini menambah panjang daftar hasil buruk Mbappe saat berhadapan dengan Yamal.

Catatan ini membuat banyak media menyebut Yamal sebagai "kutukan" bagi Mbappe. Pasalnya hampir setiap kali bertemu, pemain asal Barcelona itu selalu keluar sebagai pemenang.

Dilansir dari viva.co.id, selain unggul head to head, Yamal juga mulai memecahkan rekor-rekor yang sebelumnya dipegang Mbappe.

Momen terbaru terjadi saat Barcelona menang besar 7-2 atas Newcastle di Liga Champions. Pada laga itu Yamal mencetak gol dan resmi menjadi pemain termuda yang mampu mencetak 10 gol di Liga Champions. Ia melakukannya di usia 18 tahun 245 hari.

Angka tersebut mematahkan rekor Mbappe yang sebelumnya tercatat di usia 18 tahun 350 hari bersama PSG pada tahun 2018.

Hebatnya lagi, ini bukan kali pertama Yamal menggeser rekor Mbappe. Sebelumnya di semifinal Liga Champions musim 2024-2025, Yamal juga mencetak gol ke gawang Inter Milan. Gol itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda di fase semifinal Liga Champions pada usia 17 tahun 291 hari. Rekor lama dipegang Mbappe di usia 18 tahun 140 hari.

Di kompetisi domestik La Liga, Yamal juga menunjukkan ketajamannya. Dilansir dari viva.co.id, ia sudah mengoleksi 24 gol dari 92 penampilan. Catatan ini menjadikannya pemain U-19 dengan jumlah gol terbanyak di 5 liga top Eropa pada abad 21. Mbappe berada di posisi kedua dengan 23 gol.

Yamal juga mencatatkan rekor lain di Liga Champions. Ia menjadi pemain termuda yang mencetak 8 gol di kompetisi tersebut pada usia 18 tahun 199 hari. Rekor sebelumnya milik Mbappe di usia 18 tahun 302 hari.

Secara keseluruhan, keterlibatan gol Yamal di Liga Champions sudah mencapai 14 gol. Jumlah ini merupakan yang tertinggi untuk pemain di bawah usia 18 tahun sepanjang sejarah turnamen.

Dilansir dari viva.co.id, jika bicara efisiensi, Mbappe masih memiliki keunggulan. 10 gol pertama Mbappe di Liga Champions hanya membutuhkan 15 pertandingan. Sementara Yamal membutuhkan 31 pertandingan untuk mencapai jumlah gol yang sama.

Namun yang membuat Yamal istimewa adalah konsistensi dan dampaknya terhadap tim. Di usia muda, ia sudah menjadi pemain kunci Barcelona dan Timnas Spanyol. Gaya bermainnya yang cerdas, tenang, dan berani mengambil keputusan membuatnya dijuluki "Messi baru" oleh sebagian media Spanyol.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga memuji perkembangan Yamal. "Dia menyimpan energinya untuk babak kedua dan gol itu tercipta. Lamine itu fantastis", dikutip dari viva.co.id.

Dilansir dari viva.co.id, persaingan Yamal dan Mbappe kini menjadi sorotan utama sepak bola dunia. Keduanya dianggap sebagai penerus Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Mbappe yang kini berseragam Real Madrid tetap menjadi mesin gol. Ia memiliki kecepatan, fisik, dan pengalaman di level tertinggi. Sementara Yamal unggul dalam visi bermain, kreativitas, dan ketenangan di usia muda.

Publik kini menantikan pertemuan selanjutnya antara Barcelona dan Real Madrid di El Clasico. Begitu juga dengan duel Timnas Spanyol dan Prancis di ajang internasional.

Banyak yang memprediksi bahwa 10 tahun ke depan Ballon d'Or akan menjadi milik salah satu dari dua nama ini. Dominasi Yamal saat ini, baik dari sisi trofi maupun rekor head to head, membuatnya sedikit lebih unggul.

Kehadiran Yamal memberi dampak besar bagi Barcelona. Klub Catalan itu kembali menemukan pemain jebolan La Masia yang bisa menjadi ikon. Setelah era Messi, nama Yamal kini menjadi harapan baru.

Di Timnas Spanyol, Yamal juga menjadi pembeda. Kontribusinya di Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia membuat Spanyol kembali disegani.

Dengan usia yang masih sangat muda, potensi Yamal untuk terus berkembang masih sangat besar. Jika terus dijaga menit bermain dan cederanya, bukan tidak mungkin ia akan melampaui semua rekor Mbappe.

Persaingan Lamine Yamal dan Kylian Mbappe bukan hanya soal siapa yang lebih hebat saat ini. Ini adalah awal dari rivalitas panjang yang akan menentukan arah sepak bola dunia.

Untuk saat ini, Yamal unggul. Ia menang lebih banyak, memecahkan lebih banyak rekor, dan tampil lebih konsisten. Namun Mbappe juga masih punya waktu untuk membalas.

Yang jelas, para pecinta sepak bola di seluruh dunia diuntungkan dengan adanya duel dua pemain muda terbaik ini.