Kontroversi AFCON! Senegal Dicabut Gelarnya 58 Hari Setelah Final, Maroko Resmi Jadi Juara
- https://www.nytimes.com/athletic/7126755/2026/03/17/afcon-morocco-senegal-final-overturned/
Afrika, VIVA Mindset –Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membuat keputusan kontroversial dengan mencabut gelar juara Africa Cup of Nations (AFCON) dari tim nasional Senegal dan menyerahkannya kepada tim nasional Maroko.
Dilansir dari Sky Sports, keputusan tersebut diambil setelah badan banding CAF menilai Senegal melakukan pelanggaran serius dalam final turnamen melawan Maroko yang digelar di Rabat pada Januari lalu.
Keputusan ini cukup mengejutkan karena diumumkan hampir dua bulan setelah pertandingan final dimainkan. Menurut laporan Daily Mail, gelar Senegal resmi dicabut 58 hari setelah final AFCON yang berlangsung pada 18 Januari 2026. Saat itu Senegal sempat memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 melalui gol di babak tambahan waktu, sebelum akhirnya keputusan tersebut dibatalkan oleh CAF.
Protes Penalti Picu Kekacauan di Final
Kontroversi bermula ketika pertandingan final AFCON memasuki masa tambahan waktu dengan skor masih imbang. Wasit kemudian memberikan penalti kepada Maroko setelah insiden di kotak penalti Senegal.
Keputusan tersebut memicu kemarahan dari para pemain Senegal. Dilansir dari Goal, beberapa pemain bahkan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit tersebut.
Pertandingan sempat terhenti sekitar 14 hingga 15 menit sebelum para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan.
Meski situasi sempat memanas, laga tetap dilanjutkan hingga babak tambahan waktu. Senegal kemudian mencetak gol dan memenangkan pertandingan dengan skor 1-0, yang awalnya membuat mereka dinobatkan sebagai juara AFCON.
CAF Ubah Hasil Final Menjadi 3-0 untuk Maroko
Dilansir dari Reuters, federasi sepak bola Maroko kemudian mengajukan banding kepada CAF terkait insiden walk-off tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan dan proses banding, CAF akhirnya memutuskan bahwa tindakan Senegal meninggalkan lapangan merupakan pelanggaran terhadap regulasi turnamen.
Berdasarkan aturan kompetisi, tim yang meninggalkan lapangan tanpa izin resmi dari wasit dapat dianggap menyerah dalam pertandingan.
Akibatnya, hasil pertandingan final dibatalkan dan diganti dengan kemenangan 3-0 untuk Maroko, sekaligus menetapkan mereka sebagai juara AFCON.
Senegal Bereaksi Keras
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pihak Senegal.
Dilansir dari The Guardian, federasi sepak bola Senegal menilai keputusan CAF sebagai keputusan yang tidak adil dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.