Perang Iran Parah Pukul Ekonomi Global, Minyak Melonjak 80%
- https://www.aljazeera.com/news/2026/3/16/the-tell-tale-signs-how-bad-has-the-iran-war-hit-the-global-economy
Dubai, VIVA Mindset – Perang AS-Iran sejak 28 Februari 2026 picu krisis ekonomi dunia dengan harga minyak Brent tembus $150 per barel naik 80% dalam 18 hari, blokade Selat Hormuz hentikan 25% pasokan global tewaskan rantai pasok makanan Asia Eropa, inflasi AS capai 12% dan resesi global prediksi IMF 2,1% kontraksi GDP dilansir dari Al Jazeera, Senin, 16 Maret 2026.
John Kerry, mantan Menteri Luar Negeri AS, soroti dampak melalui wawancaranya dikutip Al Jazeera.
"Blokade Hormuz lebih parah dari 1979; 20 juta barel per hari hilang picu kelaparan impor pangan Asia Selatan," tegasnya.
China impor minyak Iran 1,5 juta barel harian kini nol akibat sanksi sekunder Trump.
Kristalina Georgieva, Direktur IMF, konfirmasi proyeksi resesi dilansir Al Jazeera.
"Perang ini hapus 3% pertumbuhan global 2026; Eropa rationing gas, India blackout listrik 4 jam harian," katanya.
Indeks saham Dow Jones anjlok 18% sejak invasi.
Dolar AS naik 15% sebagai safe haven meski defisit anggaran perang $200 miliar.
Hingga kini, belum ada negosiasi gencatan atau cadangan strategis minyak dilepas penuh.