BPS Ungkap Palembang Jadi Daerah dengan PBI JK Nonaktif Terbanyak
- Website kompas.com
Jakarta, VIVA Mindset – Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JK) yang dinonaktifkan tapi tercatat memiliki penyakit katastropik, Hal tersebut disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Amalia Adininggar Widyasanti selaku Kepala BPS menyampaikan hal tersebut setelah rapat terbatas dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa, 10 Februari. Dalam rangka menindaklanjuti kesimpulan rapat pimpinan DPR RI terkait pemutakhiran data 106.153 peserta PBI JK
“BPS telah memetakan sebaran 106.153 orang peserta tersebut hingga ke tingkat kabupaten dan kota, dan jumlah terbanyak berada di Kota Palembang,” kata Amalia tanpa menyebutkan jumlah peserta PBI JK di Palembang yang terdampak pemutakhiran data. Dilansir dari antaranews.
Pemutakhiran dan verifikasi lapangan terhadap 106 ribu peserta PBI JK yang dinonaktifkan akan segera dilakukan oleh BPS Bersama Kementerian Sosial, akan tetapi teridentifikasi memiliki penyakit katastropik sehingga berpeluang kembali diaktifkan atau direaktivasi.
BPS dan Kementerian Sosial menyepakati pelaksanaan ground check atau verifikasi lapangan dilakukan pada pekan pertama dan kedua Maret 2026, dengan target penyelesaian pada akhir Maret setelah melalui tahapan pengecekan anomali dan pengolahan data.
Tahapan persiapan akan dilakukan berupa perencanaan teknis, pelatihan petugas, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya BPS daerah sebagai pelaksana lapangan, selama Februari 2026.
Amalia menambahkan proses verifikasi lapangan akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), mitra statistik, serta pegawai BPS daerah guna mempercepat pemutakhiran data.
BPS mengharapkan hasil pemutakhiran tersebut menjadi dasar perbaikan akurasi data PBI JKN agar peserta dengan kondisi medis berat tetap memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara tepat sasaran.