Bumdes Bengkak Kelola Dana Desa Dengan Usaha Penggemukan Sapi

Ketua Bumdes Bengkak, Dian Sukma (pakai topi)
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Mindset

Banyuwangi, VIVA Mindset –Saat seluruh desa di wilayah Kecamatan Wongsorejo mengalokasi dana ketahanan pangan dengan pendirian budidaya ayam petelur namun tidak dengan desa yang satu ini. Penggemukan sapi dipilih untuk alokasi dana ketahanan pangan yang dianggap sebagai langkah yang berbeda dalam pemanfaatan dana ketahanan pangan. 

img_title Coach Rio DU Banyuwangi, Hantarkan Dastant Raih Best Goal Keeper di Nuswantara Cup U12 2026!

Adalah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang memilih langkah berbeda. 

Ditangan Ketua Bumdes Dian Sukma, alokasi pengelolaan dana ketahanan pangan Bumdes digunakan untuk usaha penggemukan sapi. 

img_title Polrestabes Surabaya Ciduk 3 Anggota DPRD di Jatim Saat Pesta Narkoba

Langkah ini diambil karena Ketua Bumdes memiliki pengalaman dalam bidang penggemukan sapi yang selama ini digelutinya. 

“Saya memang pengusaha yang bergerak dibidang penggemukan sapi. Jadi ini bukan hal yang baru bagi saya,” ujar Ketua Bumdes Bengkak, Dian Sukma. 

img_title Satpol PP Banyuwangi Pastikan Proyek Revitalisasi Tambak PT BBB di Wongsorejo Tak Berizin

Awalnya, Dian Sukma akan membeli sapi dengan ukuran sedang lalu akan dipelihara serta digemukkan sebelum akhirnya dipasarkan. 

“Tergantung target kita. Bisa 4 bulan atau 6 bulan masa penggemukan. Yang penting tahu harus di pasarkan kemana dan kapan waktu pemasarannya,” tutur Dian Sukma pada VIVA News. 

Penggemukan sapi milik Bumdes Bengkak akan dialokasikan saat lebaran idul adha dengan tujuan pengiriman ke Tangerang, Banten. 

“Namun jika sebelum waktu itu tiba sudah laku misalnya menjelang hari raya idul fitri, ya kenapa tidak? Tetap saja kita akan pasarkan,” kata Dian Sukma saat ditemui di kandang sapi. 

Penggemukan sapi Bumdes Bengkak juga tidak menutup kemungkinan juga dipasarkan pada pasar lokal Kecamatan Wongsorejo atau Kabupaten Banyuwangi. 

“Prinsipnya gini. Asal harga cocok dan menghasilkan, kenapa tidak? Yang penting Bumdes tidak sampai mengalami kerugian,” jelas Ketua Bumdes. 

Saat ini, Bumdes Bengkak telah memiliki 4 ekor sapi yang sudah dipelihara kurang lebih dalam waktu sebulan terakhir. 

Sapi tersebut dititipkan di kandang milik Wakto alias Hariyanto di Dusun Possumur, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

4 ekor sapi ukuran besar tersebut telah menghabiskan dana Bumdes Bengkak kurang lebih hingga 100 juta rupiah. 

Jika sudah saatnya tiba, Bumdes Bengkak akan membagi hasil pengelolaan penggemukan sapi ini berupa pembagian daging pada seluruh masyarakat Desa Bengkak