Rahasia Tanam Cabai Rimbun di Polybag: Cukup TSP, NPK, dan KCL Tanpa Ribet!
- Ist
Mindset – Ingin panen cabai lebat dari polybag? Simak rahasia sederhana bertani cabai hanya dengan TSP, NPK, dan KCL. Tanpa ribet, hasil maksimal!
Di tengah derasnya minat masyarakat urban menanam cabai sendiri, banyak yang terkendala satu hal: ribetnya perawatan.
Dengan teknik potong pucuk yang tepat dan pemupukan efisien hanya menggunakan TSP, NPK, dan KCL, cabai bisa tumbuh pendek, rimbun, dan buahnya lebat seperti karangan bunga.
Potong Pucuk Jadi Kunci Cabai Pendek dan Rimbun
Berbeda dari pendekatan biasa, imemotong pucuk tanaman saat tunas cabang ‘V’ mulai muncul, tepat di bawah daun ke-10.
Langkah ini penting untuk memicu percabangan yang merata dan menahan pertumbuhan vertikal. Hasilnya? Tanaman pendek, tapi penuh bunga dan buah.
Kita tunggu sampai keluar cabang V dulu, baru dipotong di bawahnya. Bukan asal potong.
Strategi Pemupukan: Sederhana Tapi Tepat Waktu
Yang membuat metode ini menonjol adalah kesederhanaannya. Ia hanya menggunakan pupuk tunggal dan NPK umum:
- Minggu 1–2: Kocor TSP murni (1 sendok makan per 2 liter air), fokus ke akar.
- Minggu 3–4: Masuk NPK 16:16:16, untuk seimbangkan unsur makro.
- Menjelang berbunga: Tambah KCL murni dicampur NPK, menguatkan pembentukan buah dan cegah kerontokan.
Pupuk Daun: Tambahan Nutrisi dari Atas
Tak hanya akar, menyemprot pupuk daun sejak awal pemangkasan, menggunakan:
- Ultradap (fosfat tinggi),
- Gandasil (campuran N dan P),
- Lalu MKP menjelang pembungaan.
Pestisida? Sistem Rolling Saja
Untuk perlindungan hama, cukup imidakloprid dan klorpirifos di awal. Saat tanaman remaja dan rawan keriting, disarankan untuk andalkan abamektin.
Sistem rolling insektisida dan fungisida secara berkala dianggap paling efektif mencegah serangan.
Media tanam masih sama seperti di video viral sebelumnya, namun yang tak kalah penting adalah mental si penanam.
Ingin coba teknik ini? Siapkan TSP, NPK, KCL, dan sedikit rasa sayang. Polybag kecil pun bisa jadi ladang panen.