Jasa Marga Gandeng Maximum Life Group untuk Training Purnabakti Sejak 2016
- course maximum life group
VIVA Mindset – PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menggandeng Maximum Life Group dalam penyelenggaraan Training Masa Persiapan Purnabakti (MPP) bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun.
Kolaborasi Jasa Marga dan Maximum Life Group dalam program Masa Persiapan Purnabakti telah berlangsung sejak 2016. Kerja sama jangka panjang tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada karyawan agar mampu menghadapi transisi dari masa kerja aktif menuju kehidupan setelah pensiun secara lebih matang, mandiri, sehat, dan produktif.
Program terbaru dilaksanakan melalui Training Masa Persiapan Purnabakti Batch 46 pada 7–10 September 2026 di Bandung. Dalam kegiatan tersebut, Maximum Life Group kembali menjadi mitra Jasa Marga dalam pelaksanaan program MPP.
Program ini tidak hanya membahas kapan seseorang berhenti bekerja. Masa Persiapan Pensiun juga menjadi momentum bagi peserta untuk merancang kehidupan berikutnya, mulai dari kesiapan mental, kesehatan, pengelolaan keuangan, investasi, rencana usaha hingga aktivitas produktif yang dapat dijalankan setelah purnabakti.
Mempersiapkan Kehidupan Setelah Pensiun
Training pensiun merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan seorang karyawan. Setelah bertahun-tahun memiliki rutinitas, tanggung jawab dan lingkungan profesional, memasuki masa pensiun dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, persiapan pensiun idealnya tidak hanya berfokus pada dana pensiun. Perubahan rutinitas, kondisi psikologis, hubungan sosial, kesehatan, pengelolaan aset hingga rencana aktivitas setelah tidak lagi bekerja perlu dipersiapkan secara menyeluruh.
Melalui Training Masa Persiapan Purnabakti, peserta memperoleh pembekalan untuk menyusun rencana kehidupan setelah pensiun sekaligus mengenali kembali pengalaman, kompetensi dan potensi yang telah dibangun selama masa kerja.
Pendekatan tersebut membuat pelatihan pra pensiun tidak hanya relevan bagi karyawan yang akan segera purnabakti, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang sumber daya manusia perusahaan.
Program seperti ini sejalan dengan perhatian Jasa Marga terhadap pengembangan karyawan hingga menjelang akhir masa kerja.
Dalam laporan perusahaan, Jasa Marga mencatat program persiapan pensiun dan purnabakti sebagai bagian dari pembekalan bagi karyawan. Artinya, pengembangan SDM tidak berhenti ketika seorang karyawan mendekati usia pensiun, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi fase kehidupan berikutnya.
Maximum Life Group Jadi Mitra Program MPP Jasa Marga
Kerja sama yang terjalin sejak 2016 membuat Maximum Life Group memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi pelaksanaan program Masa Persiapan Purnabakti Jasa Marga.
Pendekatan training pensiun diarahkan pada berbagai aspek yang akan dihadapi peserta setelah menyelesaikan masa kerja, mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan investasi, kesehatan fisik dan mental, kewirausahaan, pengembangan usaha hingga persiapan menjalani second career.
Materi tersebut menjadi penting karena setiap peserta memiliki rencana purnabakti yang berbeda.
Sebagian mungkin ingin menikmati lebih banyak waktu bersama keluarga. Sebagian lainnya ingin membangun bisnis, mengembangkan investasi, menjalani profesi baru, menjadi mentor atau konsultan, maupun tetap aktif melalui kegiatan sosial dan komunitas.
Karena itu, program Masa Persiapan Pensiun tidak menggunakan perspektif bahwa pensiun merupakan akhir dari produktivitas. Sebaliknya, peserta didorong untuk melihat pengalaman profesional selama puluhan tahun sebagai modal berharga untuk memasuki fase kehidupan berikutnya.
Training Pensiun Tidak Hanya Berlangsung di Dalam Kelas
Salah satu pendekatan dalam program persiapan purnabakti adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Peserta tidak hanya memperoleh materi melalui sesi kelas. Program dapat dikembangkan melalui diskusi, aktivitas kelompok, sharing pengalaman, simulasi perencanaan masa pensiun hingga kunjungan usaha.
Kunjungan usaha memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung bagaimana sebuah bisnis dijalankan. Pendekatan tersebut dapat membantu peserta memperoleh perspektif yang lebih realistis sebelum memutuskan membangun usaha setelah pensiun.
Pembekalan kewirausahaan juga bukan berarti seluruh peserta harus menjadi pengusaha. Tujuannya adalah memperluas pilihan sekaligus membantu peserta mengenali peluang berdasarkan kompetensi, pengalaman, jaringan dan minat masing-masing.
Dengan demikian, training persiapan pensiun dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mulai menyusun retirement plan yang lebih personal dan realistis.
Perencanaan Keuangan Menjadi Bagian Penting Masa Purnabakti
Aspek lain yang mendapatkan perhatian dalam persiapan pensiun adalah pengelolaan keuangan.
Perubahan dari pendapatan rutin selama masa kerja menuju sumber pendapatan setelah pensiun membutuhkan perencanaan yang berbeda. Peserta perlu memahami bagaimana mengatur pengeluaran, menjaga aset, mempertimbangkan investasi serta menentukan penggunaan dana pensiun secara lebih terukur.
Literasi keuangan menjadi penting agar keputusan finansial setelah purnabakti tidak dibuat secara tergesa-gesa.
Terlebih, masa awal pensiun sering menjadi periode ketika seseorang mendapatkan berbagai tawaran investasi maupun peluang usaha. Pemahaman mengenai risiko, kebutuhan likuiditas dan perencanaan jangka panjang membantu peserta mengambil keputusan secara lebih rasional.
Karena itulah, financial planning untuk masa pensiun menjadi salah satu bagian yang relevan dalam program MPP.
Kesiapan Mental dan Kesehatan Juga Menjadi Perhatian
Masa pensiun tidak hanya membawa perubahan finansial.
Perubahan identitas profesional, rutinitas harian dan lingkungan sosial dapat menjadi pengalaman yang berbeda bagi setiap individu. Seseorang yang selama puluhan tahun terbiasa dengan aktivitas pekerjaan dapat menghadapi pola kehidupan yang jauh berbeda ketika memasuki masa purnabakti.
Oleh sebab itu, kesiapan mental dan emosional merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari retirement preparation.
Peserta perlu memiliki gambaran mengenai aktivitas yang ingin dijalankan, bagaimana mempertahankan hubungan sosial, menjaga kesehatan serta menemukan tujuan baru setelah menyelesaikan masa kerja.
Kesehatan fisik juga menjadi modal penting agar rencana setelah pensiun dapat dijalankan dengan optimal. Produktivitas pada masa purnabakti pada akhirnya sangat berkaitan dengan kemampuan menjaga keseimbangan antara kondisi finansial, kesehatan, keluarga dan aktivitas yang memberikan makna.
Jejak Program Persiapan Purnabakti Jasa Marga
Program persiapan pensiun bukan hal baru dalam perjalanan pengembangan sumber daya manusia Jasa Marga.
Dalam berbagai laporan perusahaan, program purnabakti telah menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap karyawan yang mendekati akhir masa kerja.
Program tersebut menunjukkan bahwa employee development dapat dipandang sebagai sebuah perjalanan yang berlangsung sejak seseorang berkembang di dalam perusahaan hingga mempersiapkan transisi menuju masa pensiun.
Jejak kolaborasi Jasa Marga dan Maximum Life Group juga telah mendapat pemberitaan dari media nasional.
Pada Februari 2025, RRI Bandung memberitakan Maximum Life Group sebagai mitra pelaksana Training Masa Persiapan Pensiun bagi karyawan Jasa Marga JMLI.
Dalam pemberitaan tersebut, program persiapan pensiun mencakup sejumlah aspek seperti perencanaan keuangan, investasi, usaha mandiri, kesehatan mental dan fisik serta kunjungan usaha.
Kehadiran pemberitaan eksternal tersebut turut memperlihatkan bagaimana program Masa Persiapan Pensiun dilaksanakan sebagai pembekalan multidimensi, bukan hanya seminar menjelang pensiun.
Dari Masa Kerja Menuju Second Career
Salah satu topik yang semakin relevan dalam pelatihan purnabakti adalah second career atau karier kedua setelah pensiun.
Seseorang yang memasuki masa pensiun pada dasarnya membawa aset nonfinansial yang sangat besar: pengalaman, keterampilan, jejaring profesional, kemampuan memimpin, pengetahuan industri hingga pengalaman menghadapi berbagai situasi selama masa kerja.
Modal tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas baru.
Ada peserta yang mungkin memilih menjadi konsultan sesuai bidang keahliannya. Ada yang ingin menjadi mentor, mengembangkan bisnis keluarga, membuka usaha baru, mengelola investasi atau terlibat dalam kegiatan sosial.
Pilihan tersebut tidak harus sama untuk setiap orang.
Training Masa Persiapan Purnabakti membantu membuka perspektif bahwa perencanaan pensiun sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial, kesehatan, keluarga, kompetensi serta tujuan hidup masing-masing peserta.
Dengan perencanaan yang matang, masa purnabakti dapat menjadi kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih fleksibel tanpa kehilangan produktivitas dan tujuan.
Pentingnya Program MPP bagi Perusahaan
Program Masa Persiapan Pensiun juga memiliki nilai strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia perusahaan.
Karyawan merupakan bagian dari organisasi selama bertahun-tahun, bahkan tidak sedikit yang menghabiskan sebagian besar perjalanan profesionalnya dalam satu perusahaan.
Memberikan pembekalan menjelang purnabakti menjadi salah satu bentuk pengelolaan transisi karyawan yang terstruktur.
Program MPP dapat membantu peserta memahami perubahan yang akan dihadapi sekaligus memberikan waktu untuk menyusun rencana sebelum masa kerja benar-benar berakhir.
Dari perspektif human capital, pendekatan tersebut melengkapi siklus pengembangan SDM. Perusahaan tidak hanya berbicara mengenai recruitment, competency development, leadership training atau career development, tetapi juga employee retirement preparation.
Dengan begitu, Masa Persiapan Purnabakti menjadi bagian dari proses pengembangan manusia secara lebih utuh.
Kolaborasi Jasa Marga dan Maximum Life Group yang Berkelanjutan
Keberlanjutan kerja sama Jasa Marga dan Maximum Life Group sejak 2016 menunjukkan pentingnya program persiapan purnabakti yang dilaksanakan secara terstruktur dan relevan dengan kebutuhan peserta.
Pelaksanaan Training Masa Persiapan Purnabakti Batch 46 di Bandung pada 7–10 September 2026 menjadi bagian terbaru dari perjalanan kolaborasi tersebut.
Bagi Maximum Life Group, program Masa Persiapan Purnabakti merupakan bagian dari layanan training dan pengembangan SDM yang diarahkan untuk membantu peserta menghadapi salah satu transisi terbesar dalam perjalanan profesional mereka.
Pengalaman mendampingi program MPP juga menjadi bagian dari pengembangan pendekatan training yang menghubungkan kesiapan finansial, kewirausahaan, kesehatan, psikologi, keluarga dan perencanaan aktivitas produktif setelah pensiun.
Purnabakti Bukan Akhir untuk Tetap Berkarya
Pada akhirnya, persiapan pensiun tidak hanya berbicara mengenai berakhirnya masa kerja atau berapa banyak dana yang perlu disiapkan.
Persiapan purnabakti berbicara tentang bagaimana seseorang memasuki fase kehidupan berikutnya dengan tujuan yang jelas.
Pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama bekerja tidak otomatis berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Semua itu dapat menjadi modal untuk membangun usaha, menjalani second career, mengembangkan investasi, berbagi pengetahuan atau memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi program Masa Persiapan Purnabakti, Jasa Marga dan Maximum Life Group mendorong peserta untuk melihat masa pensiun dari perspektif yang lebih luas: bukan sekadar meninggalkan pekerjaan, tetapi mempersiapkan babak kehidupan berikutnya dengan lebih matang.
Training Masa Persiapan Purnabakti Batch 46 di Bandung sekaligus melanjutkan perjalanan program yang telah dibangun bersama sejak 2016.
Dengan persiapan yang tepat, purnabakti dapat menjadi awal untuk tetap sehat, mandiri, produktif, berkarya dan memberikan kontribusi berdasarkan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun.