Kemenhut Siapkan 1.000 Polhut dalam Penanganan Karhutla
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/27/DSC_3179.jpeg
Jakarta, VIVA Mindset – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih belum usai hingga menjadi ancaman serius bagi ekosistem lingkungan dan kesehatan.
Titik panas (hotspot) yang kian meluas serta membawa kabut asap yang tebal kini mulai mendekati pemukiman warga dan fasilitas vital yang terdampak terutama kasus karhutla yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kasus karhutla yang kian meluas tersebut dengan memperkuat personel melalui kolaborasi multi sektor dan pelibatan aktif masyarakat guna penanganan lanjutan.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyebut pihaknya akan siap mengirimkan sekitar 1.000 personel polhut sebagai bagian memperkuat penanganan karhutla terutama pada titik wilayah karhutla yang terdampak cukup parah.
Penambahan 1.000 personel polhut tersebut di lapangan guna menambah kekuatan personel dengan bergabung bersama Satgas Darat yang dikoordinir Manggala Agni dan petugas gabungan lainnya yang sudah tergabung lebih dahulu di lapangan.
Personel polhut yang didatangkan akan dilakukan secara bertahap baik dari unit pusat maupun BKSDA/UPT daerah lainnya.
Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutan, Yazid Nurhuda menuturkan pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut menjadi bagian respons cepat atas laporan masyarakat dan temuan di lapangan terkait potensi dan kejadian karhutla.
Dalam penanganannya, sebenarnya kasus karhutla tersebut membutuhkan informasi yang cepat dan akurat guna menekan potensi dan meluasnya wilayah terdampak.
“Setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pembakaran, pembukaan lahan ilegal, atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran akan diverifikasi dan ditindaklanjuti bersama unit terkait di lapangan,” jelas Yazid Nurhuda dalam antaranews.com di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Untuk 1.000 personel polhut tambahan yang disiapkan, nantinya akan ditugaskan untuk patroli lokasi rawan, pemantauan lapangan, verifikasi informasi, dan penindakan tegas maupun sanksi ketika ditemukan adanya indikasi pelanggaran maupun pembakaran yang disengaja.
Dalam pengecekan di lapangan, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mendapati tiga daerah utama yang masuk dalam kasus karhutla tersebut, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Besok atau lusa polhut dari berbagai daerah termasuk di pusat kami BKO-kan di Kalimantan,” terang Raja Juli Antoni saat pengecekkan karhutla di Banjarbaru pada Minggu, 23 Agustus 2026, mengutip antaranews,com.