Pekarangan Terbatas Jadi Lebih Produktif, KKN 09 Untag Banyuwangi Bekali Kelompok PKK Keterampilan Hidroponik

Pekarangan Terbatas Jadi Lebih Produktif, KKN 09 Untag Banyuwangi Bekali Kelompok PKK Keterampilan Hidroponik
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Mindset

Banyuwangi, VIVA Mindset – Keterbatasan lahan pekarangan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, untuk mulai mengenal budidaya tanaman secara hidroponik.

img_title Kreativitas di CFD Sidoarjo Diubah Jadi Gerakan Donasi untuk Korban Gempa NTT

Melalui program edukasi dan workshop budidaya hidroponik, Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11 Juli 2026 di Kantor Desa Watukebo. Program menyasar ibu-ibu PKK dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya hidroponik sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.

img_title Antrean Menuju Pelabuhan Ketapang Mengular, Pengendara Dilarang Ngeblong

Ketua KKN Kelompok 9, Lutfi Abdurrahman H., mengatakan materi workshop disampaikan dengan pendekatan sederhana dan aplikatif agar masyarakat lebih mudah memahami proses budidaya hidroponik.

“Dalam kegiatan workshop hidroponik di Dusun Krajan, materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan aplikatif, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK,” kata Lutfi.

img_title Udayana Mengabdi Bekali Siswa SDN 3 Abiansemal Dauh Yeh Cani Hadapi Pubertas dan Lindungi Diri Sejak Dini

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan instalasi hidroponik menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Bahan yang direkomendasikan antara lain botol bekas, gelas plastik, sumbu kain flanel, serta media tanam seperti rockwool atau alternatif lain yang lebih terjangkau. Untuk kebutuhan nutrisi tanaman, peserta juga diperkenalkan dengan nutrisi hidroponik yang dapat diperoleh di toko pertanian setempat.

“Bahan yang direkomendasikan merupakan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti botol bekas, gelas plastik, sumbu kain flanel, serta media tanam seperti rockwool atau alternatif lain yang lebih terjangkau,” jelasnya.

“Selain itu, digunakan juga nutrisi hidroponik yang dapat diperoleh di toko pertanian setempat,” sambung Lutfi.

Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori. Ibu-ibu PKK juga terlibat langsung dalam praktik, mulai dari perakitan instalasi hidroponik sederhana, penyemaian, hingga memahami dasar-dasar perawatan tanaman.

Lutfi mengatakan respons peserta selama mengikuti praktik sangat baik. Antusiasme terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap tahapan yang diberikan mahasiswa.

“Dari segi kesiapan, ibu-ibu PKK menunjukkan respons yang sangat baik dan antusias. Hal ini terlihat dari keterlibatan mereka secara langsung dalam setiap tahapan, mulai dari perakitan instalasi sederhana, proses penyemaian, hingga pemahaman dasar perawatan tanaman,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title