Polres Lumajang Sebar Tim dan Buat Sekat Bakar Darurat, Antisipasi Karhutla Bromo Meluas
- https://tribratanews.jatim.polri.go.id/uploads/images/202608/site_1_image_870x_6a7409dfe96fd.jpg
Lumajang, VIVA Mindset – Polda Jatim melalui Polres Lumajang mengambil langkah mitigasi dengan membuat sekat bakar atau fire break guna antisipasi kobaran api dari kawasan savana Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merembet ke wilayah administratif Kabupaten Lumajang.
AKBP Riki Rayiandi menyebut pembuatan sekat bakar atau fire break darurat ini menjadi upaya dalam mengunci kobaran api yang terus bergerak akibat angin kencang dengan vegetasi savana yang mudah terbakar di musim kemarau.
“Fire break kita lakukan untuk mencegah titik api tidak merambat hingga memasuki wilayah Kabupaten Lumajang,” terang AKBP Riki Rayiandi dalam tribratanews.jatim.polri.go.id.
Sebagai upaya mitigasi cepat dan strategis, penanganan ini dilakukan awal Agustus 2026 imbas dari kebakaran di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dalam peninjauan, Polres Lumajang melalui tim gabungan menjangkau titik-titik yang dinilai strategis hingga sulit diakses dengan motor trail.
Polres Lumajang kerahkan personel untuk meninjau langsung ke lapangan yang dimulai dari sisi Timur TNBTS. Turut mendampingi pula Wakapolres Lumajang dan jajaran pejabat Polres Lumajang dengan petugas Balai Besar TNBTS dalam peninjauan langsung ke lokasi rawan karhutla tersebut.
“Hari ini kami bersama Balai Besar TNBTS melakukan pengecekan langsung ke lapangan sekaligus memastikan penyekatan apai berjalan dengan baik agar kebakaran tidak merambat ke wilayah Lumajang,” jelas AKBP Riki Rayiandi dalam tribratanews.jatim.polri.go.id., Kamis, 6 Agustus 2026.
Terkait dengan rute pemantauan, tim gabungan fokus menyusuri jalur menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro di mana area ini menjadi titik perbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Probolinggo tempat pusat karhutla terjadi.
Dalam teknisnya, sekat bakar atau fire break tersebut diharapkan dapat memutus pergerakan api secara maksimal karena vegetasi yang cukup kering di lokasi karena rentan terjadi kebakaran apabila tidak di monitoring.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan menghilangkan vegetasi kering seperti rumput savana maupun semak belukar meski hingga kini titik api masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Meski begitu, pihak Polres Lumajang dan Balai Besar TNBTS kini meminta tim gabungannya untuk tidak lengah baik dengan risiko cuaca ekstrem maupun angin kencang yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan potensi loncatan api di sekitarnya.