Korlantas Polri dan Jasa Marga Kolaborasi Bahas Persiapan Nataru dan Kebijakan Zero ODOL
- https://mediahub.polri.go.id/in/image/detail/517985-korlantas-polri-dan-jasa-marga-perkuat-sinergi-hadapi-nataru-serta-implementasi-zero-odol
Jakarta, VIVA Mindset – Korlantas Polri terima audiensi dan kunjungan kerja dari PT Jasa Marga di Gedung NTMC Polri, Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026 membahas terkait persiapan menghadapi nataru, skema implementasi kebijakan zero ODOL dalam tata kelola lalu lintas, serta percepatan integrasi teknologi operasional di ruas jalan tol.
Dalam pertemuan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menyebut kolaborasi bersama PT Jasa Marga menjadi langkah antisipatif dalam peningkatan mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional di akhir tahun.
“Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata,” terang Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo dalam keteranganya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026 mengutip korlantas.polri.go.id.
Agenda antisipatif tersebut digelar melalui kegiatan Penanganan Operasi Lilin dan Nataru dengan berkolaborasi bersama PT Jasa Marga melalui pengembangan operasional infrastruktur jalan tol baru.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menuturkan progres pembangunan jalan tol baru sebagai langkah antisipatif tersebut fokus pada koridor Jawa Tengah hingga Yogyakarta, serta jalur pendukung yang mengarah ke Jawa Timur.
Adanya jalan tol baru tersebut menjadi cara yang diproyeksikan efektif mampu memecah kepadatan kendaraan dengan mengurai titik-titik kemacetan khususnya yang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Target lain dalam kolaborasi ini, yakni terkait dengan penerapan kebijakan zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan mulai berjalan pada awal tahun mendatang.
Diterapkan pada awal tahun menjadi langkah dengan mempertimbangkan beberapa faktor karena dalam penggunaan ODOL di jalan tol berkaitan dengan pengusaha dan transporter sehingga apabila diterapkan secara mendadak dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekonomi dan berdampak kontraduktif di lapangan.
“Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraduktif dengan yang diinginkan,” tambahnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo mengonfirmasi dalam penanganan ODOL tersebut akan dilakukan menyeluruh dengan memperhatikan aspek ekonomi masyarakat dan rantai pasok barang sehingga dalam menegakkan aturan akan lebih efektif tanpa mengganggu stabilitas logistik nasional.