Kemhan Lepas 33.758 SPPI Koperasi Merah Putih dalam Penutupan Diklat Bela Negara Gelombang I
- https://www.antaranews.com/berita/5674257/kemhan-pastikan-jadwal-diklat-sppi-gelombang-ke-dua-di-bahas-hari-ini
Jakarta, VIVA Mindset – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Merah Putih.
Penutupan tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat, 31 Juli 2026 dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Sekjen Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo dengan peserta sebanyak 3.500 orang.
“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Jumat, tanggal 31 Juli 2026, pukul 08.22 WIB, Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup,” kata Sekjen Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo dalam upacara penutupan di Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026, mengutip antaranews.com.
Dalam penutupannya Kemhan RI mencatat terdapat 33.758 anggota SPPI yang telah selesai menjalani diklat Bela Negara Gelombang I untuk seluruh wilayah Indonesia dengan rincian 28.626 orang calon manajer KDKMP dan 5.159 orang calon manajer KNMP.
Seluruh peserta yang dinyatakan lulus ini telah menjalani program pendidikan intensif selama 1,5 bulan di fasilitas pelatihan milik TNI.
Dalam masa diklat, Kemhan fokus pada pendidikan bela negara dan kedisiplinan, sedangkan untuk penugasan mengenai teknis operasional dan penempatan ditentukan oleh Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Dalam skema kerja, Sekjen Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo menyebut para manajer Koperasi Merah Putih akan melaksanakan penugasan selama dua tahun.
“Mereka nanti akan ada penugasan waktu tertentu, paruh waktu tertentu itu kurang lebih selama dua tahun,” jelasnya.
Untuk penempatan, Direktur PT Agrinasi Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota menambahkan para SPPI yang dinyatakan selesai diklat akan diterjunkan ke titik-titik koperasi yang telah siap beroperasi sekitar dua minggu hingga tiga minggu pasca penutupan diklat.
“Jadi, teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat (koperasi) yang sudah bisa beroperasi. Penempatan dilakukan kurang lebih sekitar dua atau tiga minggu ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak Kemhan pun turut bergerak cepat dengan menyiapkan pelaksanaan diklat SPPI Gelombang II seiring selesainya gelombang I.