Mahasiswa KKN 16 Untag Banyuwangi Dorong UMKM Desa Wonosobo Go Digital melalui Google Maps dan Marketplace
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Mindset
Banyuwangi, VIVA Mindset – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Wonosobo melalui pemanfaatan Google Maps dan platform marketplace.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk. Selama ini, sejumlah pelaku usaha lokal memiliki produk yang cukup baik, tetapi masih mengalami kendala dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ketua KKN 16 Untag Banyuwangi, Moh. Fiqry Al Kadafi, mengatakan bahwa keluhan yang paling sering disampaikan pelaku UMKM adalah pemasaran yang masih bergantung pada konsumen di sekitar tempat usaha dan promosi dari mulut ke mulut.
“Produk yang dimiliki sebenarnya sudah cukup baik, tetapi pemasarannya masih mengandalkan pembeli sekitar atau promosi dari mulut ke mulut. Banyak pelaku usaha yang belum memahami pemasaran digital sehingga jangkauan konsumennya masih terbatas,” ujar Kadafi.
Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN, beberapa lokasi usaha milik warga juga belum terdaftar pada peta digital. Kondisi tersebut membuat calon konsumen kesulitan menemukan alamat atau lokasi fisik usaha. Selain itu, pelaku UMKM belum memanfaatkan marketplace secara optimal untuk memasarkan produk ke luar wilayah.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan pembuatan titik lokasi usaha melalui Google Maps. Pendampingan meliputi penentuan titik koordinat, pengisian alamat, jam operasional, nomor kontak, kategori usaha, serta pengunggahan foto produk dan tampilan tempat usaha.
Mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam membuat dan mengoptimalkan akun marketplace. Materi pendampingan mencakup pengambilan foto produk, penulisan deskripsi yang informatif, pengaturan metode pengiriman, serta pengelolaan toko daring untuk meningkatkan kepercayaan calon konsumen.
Kadafi menjelaskan, keberadaan titik usaha di Google Maps diharapkan dapat memudahkan calon pelanggan menemukan lokasi UMKM, baik melalui mesin pencarian maupun navigasi digital.
Sementara itu, pemanfaatan marketplace diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sehingga pelaku usaha tidak hanya bergantung pada konsumen di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Untag Banyuwangi berharap pelaku UMKM Desa Wonosobo dapat semakin mandiri dalam memanfaatkan teknologi digital. Pendampingan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun daya saing usaha yang berkelanjutan di tengah perkembangan ekonomi digital.