Mahasiswa KKN 16 Untag Banyuwangi Edukasi Anti Perundungan dan Detoks Gawai Lewat Metode Belajar Sambil Bermain
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Mindset
Banyuwangi, VIVA Mindset – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi melaksanakan program Cerdas Berkarakter di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Program ini mengusung edukasi anti perundungan, pengurangan penggunaan gawai, serta peningkatan kepercayaan diri siswa sekolah dasar melalui metode belajar sambil bermain sebagai upaya membentuk karakter anak sejak usia dini.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan penggunaan gawai di kalangan anak-anak sudah cukup tinggi. Selain itu, mahasiswa juga menjumpai adanya perilaku perundungan di lingkungan sekolah sehingga dinilai perlu dilakukan edukasi sejak dini agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak sekaligus membangun sikap saling menghargai antarteman.
Ketua KKN 16 Untag Banyuwangi, Moh. Fiqry Al Kadafi, mengatakan pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak.
Ketua KKN 16 Untag Banyuwangi, Kadafi, saat Berdiskusi dengan Siswa
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Mindset
"Saat observasi, kami melihat penggunaan gawai pada anak-anak sudah cukup tinggi. Walaupun belum bisa dikatakan sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan, kami menilai edukasi sejak dini tetap penting agar anak-anak dapat menggunakan teknologi secara bijak sekaligus memahami pentingnya saling menghargai. Kami juga mendapati adanya perilaku bullying sebelum kegiatan edukasi dimulai," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas materi melalui berbagai permainan edukatif, diskusi interaktif, hingga aktivitas yang mendorong anak-anak berinteraksi secara langsung tanpa bergantung pada gawai. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai karakter siswa. Metode ini sejalan dengan konsep learning through play yang diterapkan dalam program Cerdas Berkarakter.
Menurutnya, salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika kegiatan selesai dan sejumlah siswa meminta mahasiswa kembali untuk bermain bersama.
Ketua KKN 16 Untag Banyuwangi, Kadafi, saat Berdiskusi dengan Siswa
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Mindset
"Momen yang paling berkesan adalah ketika kegiatan selesai, beberapa anak menghampiri kami dan bertanya apakah besok kami akan datang lagi untuk bermain bersama mereka. Bagi kami, itu menjadi tanda bahwa pesan yang disampaikan tidak terasa seperti ceramah, tetapi diterima melalui pengalaman yang menyenangkan. Kami berharap kesan positif tersebut dapat menjadi awal bagi mereka untuk lebih bijak menggunakan gawai dan lebih menghargai teman-temannya," katanya.