Bentuk Kabinet Bayangan untuk Kritik Pemerintah, Wakil Presiden Gibran Hormati Kebebasan Berekspresi Warga Negara

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menghormati kebebasan berekspresi warga negara melalui pembentukan kabinet bayangan.
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/456512-gibran-sebut-setiap-warga-negara-punya-hak-sampaikan-kritik-ke-pemerintah

Jakarta, VIVA Mindset – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menghormati kebebasan berekspresi warga negara melalui pembentukan kabinet bayangan untuk mengkritik pemerintah. 

img_title Masyarakat Padati Monumen Nasional, Presiden Prabowo Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Gibran seiring terdapat hasil survei, kajian, dan analisis yang disampaikan lembaga riset maupun swadaya masyarakat terkait kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Saya menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan,” ujar Wakil Presiden Gibran dalam keterangan pers pada Rabu, 29 Juli 2026 yang dikutip dari tvonenews.com.

img_title Peringatan Kemerdekaan, Berikut Agenda HUT ke-81 RI

Lebih lanjut, Wakil Presiden Gibran menjelaskan bahwa pemerintah menerima kritik dan masukan yang disampaikan sebagai evaluasi untuk memperbaiki kinerja ke depannya.

Menurut Gibran, kritik dan masukan boleh disampaikan asal berbasis data yang objektif dan valid.

img_title Rekomendasi dari Ijtima Ulama Indonesia, Presiden Prabowo Terima sebagai Amanah Rakyat Indonesia

“Dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, memberikan kritik, dan ikut mengawal jalannya pemerintahan. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat,” ujar Wakil Presiden Gibran. 

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran meyakini bahwa kritik dan masukan kepada pemerintah menjadi bentuk kepedulian publik.

“Intinya kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas,” pungkas Wakil Presiden Gibran.

Dengan demikian, pemerintah secara terbuka menerima dan menghormati kebebasan berekspresi yang disampaikan warga negara untuk meningkatkan kualitas kinerja.