Detik-detik Mencekam Warga Desa Sidowangi Nyaris Dibacok Celurit Penghabisan

Korban dugaan percobaan penganiayaan dengan senjata tajam lapor polisi
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Mindset

Banyuwangi, VIVA Mindset –Merasa nyaris menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam tetangganya yang juga merupakan kerabatnya, seorang warga Dusun Pancoran lapor polisi karena merasa nyawanya terasa terancam sewaktu – waktu.

img_title Kades Achmad Thoha Sukses Ubah RTH Bajulmati Jadi Arena Talenta Sepak Bola Berbakat

Bersama istrinya, Kartika. Tolak mendatangi Polsek Wongsorejo untuk mengadukan peristiwa yang baru saja dialaminya. Rabu, 29 Juli 2026.

Warga Dusun Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut baru saja nyaris menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

img_title RW 1 Dusun Badolan Cukur RW 6 Dusun Krajan 3 Gol di Tournamet Mini Soccer Desa Bajulmati, Kelas!

Beruntung aksi percobaan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam tersebut tidak berlanjut karena dilerai oleh sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Saya tiba – tiba didatangi oleh Su (Bambang Sutrisno), saat saya dekati ternyata mengeluarkan senjata tajam jenis celurit penghabisan,” ujar korban percobaan penganiayaan dengan sejata tajam, Tolak.

img_title Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Bajulmati Gelar Turnamen Mini Soccer Antar RW

Korban dugaan percobaan penganiayaan dengan senjata tajam lapor polisi

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Mindset

Karena merasa nyawanya terancam, Tolak pun berusaha menghindar dengan menjauh dari posisi Bambang Sutrisno yang sedang memegang sebilah celurit.

“Celuritnya sudah dengan jelas diangkat keatas. Kayaknya sengaja bawa celurit penghabisan dan disembunyikan dalam bajunya,” tutur Tolak pada VIVA News.

Beruntung niat percobaan penganiyaan dengan senjata tajam tersebut berhasil digagalkan, setelah warga melerai kedua belah pihak.

“Dengan kejadian ini, nyawa saya terasa terancam untuk waktu yang cukup lama. Dia sudah pernah mengancam saya, apa jaminannya bahwa dia tidak akan melakukan aksi serupa dikemudian hari,” kata Tolak saat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Wongsorejo.

Dalam kesempatan terpisah, terlapor Bambang Sutrisno mengaku sengaja membawa senjata tajam saat menemui Tolak karena memang ada permasalahan antara keduanya.

“Karena memang ada masalah, makanya saya bawa (celurit) tapi sekarang saya tidak tahu ada dimana karena tadi sudah diambil sama orang yang memisahkan saya,” bantah Bambang Sutrisno saat upaya mediasi di Polsek Wongsorejo.

Kepala Dusun (Kadus) Pancoran, Edi Sucipno membenarkan peristiwa yang dialami warganya yang nyaris merengut nyawa orang.

“Detail kronologisnya saya tidak paham tapi karena informasi awal adalah carok (perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit) makanya saya langsung ke lokasi tapi ternyata semua sudah bubar,” tandas Kadus Pancoran Edi Sucipno.

Halaman Selanjutnya
img_title