Kemhan Incar Helikopter AW149 Italia Guna Perkuat Pertahanan TNI AL

Ilustrasi Helikopter AW149 Incaran Kemhan Guna Perkuat Pertahanan TNI AL
Sumber :
  • https://www.antaranews.com/berita/5662380/ini-spesifikasi-aw149-helikopter-incaran-kemhan-untuk-perkuat-tni-al

Militer, VIVA Mindset – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi bahwa pihaknya kini tengah membidik alutsista baru guna memperkuat pertahanan TNI AL.

img_title KSAL Kerahkan 11 Kapal dalam Pencarian Jurnalis dan Kru yang Hilang di Perairan Selat Sunda

Hal ini disampaikan langsung oleh Karo Infohan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi pers di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurutnya, alutsista baru yang diincar berupa helikopter AW149 buatan perusahaan penerbangan asal Italia Leonardo yang diproyeksikan akan digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan jajaran TNI AU khususnya bagi Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

img_title KSAD Jenderal Maruli Ungkap Warga Suku Dayak Diizinkan Mendaftar TNI

Pihak Kemhan menuturkan saat ini status kerja sama pertahanan antara pemerintah Indonesia dengan pihak Leonardo Italia terkait dengan pengadaan Helikopter AW149 masih dalam tahap awal dengan ditandatanganinya Letter of Intent (Lol).

“Saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent (Lol) sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama,” jelas Karo Infohan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam antaranews di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

img_title TNI Gelar Latgabma Super Garuda Shield 2026 Libatkan 21 Negara Mitra

Melalui penandatanganan Letter of Intent (Lol) tersebut menjadi dasar resmi bagi kedua belah pihak untuk melakukan kerja sama secara mendalam ke depannya.

Dalam Letter of Intent (Lol) tersebut fokus kerja sama tak hanya sekadar pada pengadaaan alutsista Helikopter AW149, tapi mencakup ekosistem pendukung lainnya terkait dengan pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, dan pelatihan.

Kerja sama ini pula turut membuka peluang dalam peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri guna memperkuat kemandirian alutsista nasional.

Pihak Kemhan menilai saat ini pengadaan alutsista masih dalam tahap proses dan evaluasi lebih lanjut karena setiap pengadaan alutsista perlu dilakukan berbagai pertimbangan dan kesesuaian.

“Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik, dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista,” jelasnya.

Sejumlah keputusan lain yang menjadi pertimbangan dalam pengadaan alutsista yakni terkait dengan kesiapan SDM personel yang akan mengoperasikannya.

“Peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional pun turut dipertimbangkan,” tambahnya.

Namun, apabila berlanjut maka peluang bagi industri pertahanan dalam negeri akan lebih maju karena adanya dorongan transfer pengetahuan teknologi dari pelatihan bagi SDM dalam negeri guna memperkuat alutsista dan sistem pertahanan nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title